By: Andi Risna
Seorang guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang bermodalkan cinta dan kasih sayang. Setiap hari-hariku kulalui bersama anak-anak yang lucu dan menggemaskan, sama dengan pekerjaan lainnya yang kugeluti dengan sepenuh hati
Mengajar di PAUD yang tidak jarang di pandang sebelah mata, karena dianggap jenjang ini tidak penting. Sesungguhnya kalau memahami proses pembentukan karakter setiap anak manusia, justru inilah masa “golden age” atau periode emas dalam tahapan perkembangan dan pertumbuhan anak yang paling penting pada masa awal kehidupan anak. Sebagaimana disampaikan sang Inspirator bapak Ruslan Ismail Mage bahwa, “Guru PAUD adalah penabur pertama benih ilmu pengetahuan dalam membangun peradaban. Setelahhnya tinggal melanjutkan, menjaga, memelihara, dan memupuk pertumbuhannya “
Meski aku bukan lulusan sarjana PAUD tapi aku selalu berusaha mencari situs pembelajaran anak usia dini. Menjadi guru PAUD adalah pekerjaan pertamaku, walaupun ini bukan cita-citaku. Namun seiring berjalannya waktu aku mencintai pekerjaan menjadi guru PAUD. Kualifikasi yang harus dimiliki adalah mencintai anak-anak, mampu berkomunikasi dan memahami anak dengan baik. Harus memiliki skill yang dapat di senangi anak-anak, misalnya menyanyi, menari dan bermain. Juga kempampuan menulis di perlukan untuk menulis capaian perkembangan anak.
Aku dipercaya untuk mengelolah satuan pendidikan anak usia dini di desaku dengan gaji yang tiap bulan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan, makan, transportasi, apalagi memenuhi gaya hidup. Semuanya kulakukan dengan hati yang ikhlas karena aku berpikir pekerjaan itu tidak harus selalu tentang uang dan bonus.
Sebagai guru PAUD banyak suka dan dukanya. Tidak selamanya bergembira bernyanyi, tapi terkadang ada moment yang menguji kesabaran kita sebagai manusia biasa. Mengajar di PAUD seperti kembali ke masa kecil dahulu. Mengamati perkembangan anak yang tdinya belum bisa bicara, kemudian bisa bercerita panjang lebar. Anak tadinya malu-malu tidak mau bergabung dengan temannya, kemudian memiliki keberanian untuk berkomunikasi, lalu bermain sambil tertawa. Melihat perkembangan anak seperti ini membuatku mencintai pekerjaan ini.
Namun tidak bisa dipungkiri, PAUD masih dianggap sebelah mata, bahkan ada stigma masyarakat yang masih menganggap bahwa jenjang PAUD tidak penting. Stigma Inilah yang perlu diubah, karena justru di sinilah saat terbaik dalam perkembangan dan tumbuh kembang anak. Hal ini menjadi penting, karena anak-anak diibaratkan kertas putih, tergantung orang-orang di sekitarnya yang memberikan warna pada kertas tersebut, hingga menjadi gambar yang indah.

Masya Allah kak Risna,,sungguh muliah sekali hatimu kak. Teruslah cintai dan cerdaskanlah anak-anak penerus bangsa ini kak 💪💪👍👍😘😘
Insyallah 🙏😘
Insyaallah 🙏😘