Suatu kebanggaan tersendiri menyelimuti jiwa, Minggu 12 Juli 2021 komunitas Bengkel Narasi (BN) khusus wilayah Kolaka Utara berkumpul bersama dalam acara mempererat ikatan silaturahim antar anggota. BN adalah komunitas yang menghimpun orang-orang lintas profesi, suku, dan agama yang ingin belajar menulis.

Suatu hal yang tidak terduga komunitas BN Kolaka Utara yang awalnya hanya beranggotakan empat orang yaitu bunda Islamiati, bunda Hidayah Muslhiha, Andi Akbar dan saya sendiri (Rosmawati), yang bertugas membumikan gerakan literasi menulis, nampaknya terus berproses membesar hingga saat ini sudah berjumlah 20 orang anggota.

Sebenarnya pertemuan anggota BN untuk wilayah Kolaka Utara sudah lama dirancang, namun karena berbagai kesibukan baru sempat terlaksana. Kesyukuran tanpa henti bunda Islamiati yang disepakati sebagai Ketua Komunitas Bengkel Narasi (BN) untuk wilayah Kolaka Utata, mengundang kami untuk kumpul bersama di kediamannya.

Kebersamaan yang selalu terinspirasi dari filosofi “Manajeman Satu Rasa” BN ini, disemarakkan dengan bakar-bakar ikan untuk makan bersama. Suasananya laksana buka bersama karena waktunya sudah sore hari, sambil menunggu waktu malam hari untuk bersama-sama seluruh anggota BN senusantara mengikuti webiner BN Indonesia bertajuk, “Kutemukan Peta Surga di Ujung Penaku.”

Suasana pertemuan sore itu terasa super istimewa, karena tidak disangka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kolaka Utara bapak H. Muh. Idrus, S.Sos., M.Si bersama keluarga berkenan hadir meramaikan suasana. Kami pun tidak melewatkan kesempatan ini untuk bincang-bincang dengan beliau tentang keberadaan anggota BN di Kolaka Utara yang sebagian besar anggotanya berkerja di dunia pendidikan.

Kehadiran Kabid PAUD dan PNF dalam silaturahim ini, membuat suasana lebih akrab berbincang dengan Kadinas Pendidikan. Terlebih Kabid PAUD selama ini banyak memberikan support dan masukan demi suksesnya BN di Kolaka Utara.

Pada pertemuan ini kami menitipkan harapan kepada bapak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kiranya memberikan ruang kepada Bengkel Narasi untuk lebih berkiprah membumikan gerakan literasi menulis dan membaca kepada generasi muda Kolaka Utara.

Pertemuan pertama anggota BN Kolaka Utara Ini, semakin berlipat-lipat keistimewaannya dengan adanya dukungan dari tamu kehormatan BN bapak Drs. M. Sabrie Mustamin Anggota DPRD Kolaka Utara (suami bunda Islamiati). Harapan juga tercurah ke beliau, kiranya bisa membantu menggaungkan gerakan literasi menulis di Kolaka Utara melalui Bengkel Narasi (BN). Alhamdulillah, rasa syukur tanpa henti, BN tersemai di Kolaka Utara.

(Visited 236 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Rosmawati

Saya Rosmawati — bekerja di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara, mengajar di Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara, dan aktif di komunitas Bengkel Narasi serta Pena Anak Indonesia (PAI). Tiga peran itu berjalan bersamaan, dan saya menjalaninya dengan sadar. Di perpustakaan, saya dekat dengan buku dan dengan orang-orang yang datang mencari sesuatu — entah itu pengetahuan, ketenangan, atau sekadar tempat duduk yang tenang. Di ruang kuliah, saya belajar lagi setiap kali mahasiswa mengajukan pertanyaan yang tak pernah saya duga. Di komunitas, saya menemukan alasan yang paling sederhana mengapa literasi itu penting: karena ada anak-anak yang ingin bercerita, tapi belum punya kata-katanya. Saya menulis di Bengkel Narasi. Kadang soal hal-hal besar, kadang soal yang kecil saja — tapi selalu dari apa yang sungguh saya lihat dan rasakan. Kalau Anda ingin mengobrol soal literasi, pendidikan, atau dunia menulis — mari. 📍 Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara ✍️ bengkelnarasi.com 📚 Perpustakaan Daerah Kab. Kolaka Utara 🎓 Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara

One thought on “Bengkel Narasi Tersemai di Kolaka Utara”
  1. bukan hanya tersemai, malah sudah tumbuh subur dan mulai bercabang cabang, bu Ros. Harus rajin disiram dan dipupuk…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.