Oleh : Rahmat*
Sebagai orang tua dan guru, kita seringkali lebih mudah menemukan kesalahan anak daripada menemukan potensi atau kelebihan mereka. Kita cenderung fokus pada apa yang tidak bisa dilakukan oleh anak, bukan pada apa yang bisa mereka lakukan dengan baik.
Dalam acara parenting, narasumber tunggal Ibu Rosmawati menekankan setiap anak memiliki kelebihan dan potensi masing-masing. Menurutnya tidak ada anak yang bodoh, hanya saja kita sebagai orang dewasa perlu membantu mereka menemukan dan mengembangkan potensi tersebut.
Dalam proses pendidikan, kita perlu mengubah paradigma tentang anak. Perlu melihat anak sebagai individu yang memiliki potensi dan kelebihan.
Ibu Rosmawati juga mengutip pernyataan Founder Bengkel Narasi Ruslan Ismail Mage (RIM), “Untuk melahirkan generasi emas, perlu ada kerjasama segitiga emas”. Maksudnya harus ada kerjasama yang baik antara tiga elemen utama dalam pertumbuhan anak, yaitu orang tua, guru, dan lingkungan sekolah, untuk membantu anak-anak menggali potensi mereka.
Dalam hasil parenting tersebut, bisa rumuskan bahwa untuk menemukan potensi anak, saya menyebutnya permata dalam diri anak, kita perlu memberikan kesempatan kepada mereka untuk bereksplorasi dan menemukan minat mereka. Kita perlu memberikan dukungan dan motivasi kepada mereka untuk mengembangkan potensi mereka.
Dengan demikian, kita dapat membantu anak-anak menjadi individu yang percaya diri dan memiliki tujuan yang jelas. Mereka akan menjadi generasi yang lebih baik dan dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
Ibu Rosmawati juga menekankan bahwa menemukan permata dalam diri anak bukanlah tugas yang mudah, tetapi sangat penting. Perlu kesabaran dan ketekunan ketiga elemen tersebut. Karena itu, mari kita bekerja sama untuk membantu anak-anak kita menemukan permata dalam diri mereka. Benar kata Bang RIM, “Untuk melahirkan generasi emas perlu kerjasama segitiga emas (orang tua, guru, dan lingkungan sekolah).
*Rahmat T.O.P, (PIC Perpustakaan Desa Jabal Kubis)
