Oleh: Tammasse Balla

Cemburu adalah racun yang disajikan dengan cangkir kesombongan. Ia diminum perlahan-lahan oleh jiwa yang lemah, hingga tubuhnya terlihat gagah, padahal dalam dirinya sedang sekarat oleh api iri. Orang yang cemburu tak sadar bahwa yang ia bakar bukan lawannya, melainkan dirinya sendiri. Ia menatap terang dan membencinya, bukan karena cahaya itu menyilaukan, tapi karena dirinya betah hidup dalam gelap.

Aku pernah melihat orang miskin tersenyum kepada orang kaya, sebab ia tahu rezeki bukan semata uang. Namun, jarang kulihat orang kaya menatap orang miskin dengan iri, sebab yang kaya tahu, tak ada gunanya membenci yang tak mengancam. Jika engkau dicemburui oleh mereka yang merasa tinggi, percayalah, engkau telah menyentuh sesuatu yang mereka tak sanggup gapai.

Cemburu itu seperti bayangan: makin besar saat matahari keberhasilanmu meninggi. Tak perlu kau kejar, tak perlu pula kau marah. Biarkan ia merunduk di bawah sinarmu. Orang yang menggerutu di belakangmu hanyalah penonton yang tak mampu ikut berlari, namun ingin disangka sedang berlomba.

Kakekku dulu pernah berpesan, “Jika setahun engkau tinggal di sebuah kampung dan tak ada satu pun yang iri kepadamu, segera pindahlah.” Aku dulu menganggapnya gurauan tua. Kini aku tahu, maksudnya amat dalam. Jika di lingkungan sekitar kita tak ada iri, berarti tak ada prestasi. Tak ada cahaya yang cukup terang untuk memancing bayangan. Bersyukurlah jika engkau dicemburui, itu tanda engkau hidup dengan nilai.

Orang pandai takkan iri kepada yang bodoh, sebab ia tahu kebodohan bukan ancaman, melainkan ladang untuk menanam kebajikan. Sebaliknya, orang bodoh sering membenci yang pandai, sebab sinar pengetahuan itu membuatnya sadar akan gelap pikirannya. Di situlah api iri menyala, seperti bara di jerami kering yang ditiup oleh kesombongan.

Ada orang yang tersenyum di depanmu, tapi matanya menyimpan taring. Ia menyanjungmu karena tak berani mengalahkanmu, dan ia memfitnahmu karena tak mampu menyamamu. Biarlah, sebab setiap singa akan tetap singa, sekalipun dikerumuni anjing yang menggonggong di kejauhan.

Cemburu adalah pengakuan terselubung atas kekalahan. Ia tak diucapkan dengan mulut, tapi terlukis dalam tatapan yang ingin menjatuhkan. Orang yang cemburu hidup dalam penjara yang ia bangun sendiri, dengan jeruji ketakmampuan dan kuncinya berupa rasa rendah diri yang disembunyikan dengan kesombongan.

Lihatlah, ada orang yang suka mencaci biasanya bukan karena benci, tapi karena ingin diakui setara. Mereka melempar batu ke atas bukan untuk melukai langit, tapi untuk menutupi rasa malu karena tak mampu terbang. Jangan pernah marah, jangan pula membalas. Biarkan batu itu jatuh kembali menimpa muka mereka sendiri.

Ketika engkau berjalan lurus dan niatmu tulus, mereka akan menuduhmu sombong. Ketika engkau bekerja keras, mereka akan menyebutmu haus pujian. Ketika engkau berhasil, mereka akan berkata: “Itu hanya kebetulan.” Biarkan saja. Mereka menilai dengan kaca mata retak: semua yang mereka lihat tampak bengkok.

Berjalanlah terus, meski diiringi tatapan iri. Cemburu hanyalah tanda bahwa engkau sudah melampaui batas kemampuan mereka. Jangan kecilkan cahayamu agar mereka nyaman dalam gelap. Biarkan sinarmu menyilaukan, agar mereka tahu: terang bukan untuk disesali, tapi untuk diteladani. Sesungguhnya, yang mencemburui bukan membencimu—ia hanya menyesali dirinya yang tak mampu menjadi sepertimu. [HTB]
———-‐——————————–
Andorra, 26 Oktober 2025
Pk. 05.11 Waktu Andorra

[ANDORRA adalah sebuah negara kecil yang diapit oleh Spanyol dan Prancis]

(Visited 62 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.