Oleh: Rosmawati*

Tahun 2025 hampir berakhir, membawa serta kenangan suka dan duka. Setiap momen, baik itu bahagia atau menyakitkan, adalah pelajaran berharga. Sehat atau sakit, silih berganti, tapi semangat dan tekad untuk maju tak boleh berhenti.

Di tahun ini, kita belajar bagaimana menjadi lebih baik, mengambil hikmah dari kesalahan, dan menemukan makna di balik kesulitan. Sakit yang kita derita mungkin adalah konsekuensi dari kesalahan di masa lalu, tapi itu juga kesempatan untuk introspeksi dan bertumbuh.

Mari kita tutup tahun ini dengan syukur dan buka lembaran baru dengan harapan. Karena setiap akhir adalah awal baru, dan setiap tantangan adalah kesempatan untuk menjadi lebih kuat.

Di usia yang semakin matang, kita semakin menyadari bahwa kesehatan dan keluarga adalah harta yang paling berharga. Mereka yang selalu ada di samping kita, dalam suka dan duka, adalah anugerah yang tak ternilai.

Mari kita jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk melangkah lebih baik di tahun depan. Dengan cinta, kasih sayang, dan kebahagiaan, kita bisa membuat 2026 lebih indah.

Kita tak bisa mengubah masa lalu, tapi kita bisa menciptakan masa depan yang lebih baik. Mari kita tutup lembaran lama dan buka lembaran baru dengan harapan dan semangat yang baru.

Amin, semoga harapan kita terkabul, dan kita semua bisa menjalani hidup kita lebih baik, lebih bahagia, dan lebih bermakna.

Kolaka Utara, 27 Desember 2025

*Penulis adalah Pegiat Literasi Kolut

(Visited 34 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Rosmawati

Saya Rosmawati — bekerja di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara, mengajar di Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara, dan aktif di komunitas Bengkel Narasi serta Pena Anak Indonesia (PAI). Tiga peran itu berjalan bersamaan, dan saya menjalaninya dengan sadar. Di perpustakaan, saya dekat dengan buku dan dengan orang-orang yang datang mencari sesuatu — entah itu pengetahuan, ketenangan, atau sekadar tempat duduk yang tenang. Di ruang kuliah, saya belajar lagi setiap kali mahasiswa mengajukan pertanyaan yang tak pernah saya duga. Di komunitas, saya menemukan alasan yang paling sederhana mengapa literasi itu penting: karena ada anak-anak yang ingin bercerita, tapi belum punya kata-katanya. Saya menulis di Bengkel Narasi. Kadang soal hal-hal besar, kadang soal yang kecil saja — tapi selalu dari apa yang sungguh saya lihat dan rasakan. Kalau Anda ingin mengobrol soal literasi, pendidikan, atau dunia menulis — mari. 📍 Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara ✍️ bengkelnarasi.com 📚 Perpustakaan Daerah Kab. Kolaka Utara 🎓 Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.