Oleh: Tun Ahmad Gashali, S.H., M.Eng., Ph.D.
Tanggal 28 Desember 2025, salju masih setia menyelimuti tanah, pepohonan, dan halaman rumah kami. Namun mentari bersinar amat cerah, memantul di hamparan putih, membuat udara terasa ramah meski suhu berhenti di angka 0°C.
Dalam dingin yang bersahabat itu, dua bidadari kecil kami menemukan kebahagiaan versi mereka sendiri. Duduk di atas salju, bermain, tergelincir perlahan, tertawa tanpa bebas, seolah dunia hanya seluas halaman ini, dan waktu tak perlu bergegas.
Salju mungkin dingin, tetapi tawa mereka selalu punya cara menghangatkan suasana. Di bawah langit biru musim dingin, kita bisa belajar kembali bahwa kehangatan sejati tak selalu datang dari suhu, melainkan dari kebersamaan yang tulus.
Hari ini, mentari mengajarkan satu hal sederhana, “bahwa bahkan di musim paling dingin sekalipun, cahaya tetap bisa hadir asal kita mau berhenti sejenak dan menikmatinya bersama orang-orang tercinta”. Kebahagiaan itu sederhana: salju + matahari + dua bidadari kecil.
*Salam literasi dari Kota Kitakami Jepang
