Oleh : Rosmawati*

Dalam dinamika birokrasi di Kabupaten Kolaka Utara, ada sosok pemimpin visioner yang dedikasinya melampaui tugas-tugas administratif. Ia memahami dan meyakini bahwa masa depan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh bangunan infrastruktur fisik, tetapi melalui kecerdasan SDM (Sumber Daya Manusianya) yang dimilikinya.

Satu diantara sedikit pemimpin visioner itu adalah Bapak Murni Baso, S.Pd, SD. Perjalanan kepemimpinannya memiliki fondasi yang kuat, karena mengawalinya dari pengabdian tulus sebagai seorang guru. Pengabdiannya terus bertransformasi dengan menjabat sebagai Camat Wawo, hingga dipercaya memimpin Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), serta Dinas Kearsipan. Sederet jabatan Ini membuktikan kematangan manajerial yang luar biasa.

Tidak mengherankan kalau ia memahami benar bahwa literasi adalah fondasi utama pembangunan karakter bangsa. Terlebih pengalaman mendidik di ruang kelas telah membentuk gaya kepemimpinannya yang humanis sekaligus strategis. Kehadirannya membawa semangat seorang pendidik ke dalam ranah birokrasi pemerintahan.

Di setiap amanah tersebut, ia selalu memenuhi tanggung jawabnya secara penuh. Sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan saat ini, ia terus menggerakkan roda literasi di daerahnya dengan visi yang tajam dan berkelanjutan.

Sebagai penggerak literasi, ia berhasil mengubah wajah perpustakaan menjadi pusat pemberdayaan masyarakat melalui berbagai inovasi, seperti program bimbingan baca tulis Al-Qur’an, hingga transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Terbaru adalah wisata buku dengan mempersilakan seluruh siswa datang berkunjung ke perpustakaan. Ia telah membuktikan bahwa literasi bisa masuk ke segala lini kehidupan.

Disebut pemimpin visioner, karena memikirkan masa depan generasinya melalui gerakan literasi untuk kecerdasan SDM ke depan. Kemampuannya membaca tantangan zaman dan memberikan solusi nyata bagi kemajuan masyarakat. Keberhasilannya dalam menjalankan amanah adalah sebuah standar tinggi dalam kepemimpinan.

Bapak Murni Baso merupakan sosok yang patut menjadi contoh bagi pimpinan instansi lainnya agar selalu menjadi penggerak literasi di lingkungan kerja masing-masing. Hal ini menjadi penting, karena mengutip pendapat founder Bengkel Narasi Indonesia Ruslan Ismail Mage, “Jangan pernah menyebut dirinya pemimpin visioner jika masih mengabaikan gerakan literasi di daerahnya”. Artinya mengabaikan gerakan literasi berarti mengabaikan masa depan generasinya. Terima kasih, Bapak Murni Baso, atas dedikasi yang tak pernah padam bagi Bumi Patampanua.

*BNsiana sejati Kolaka Utara

(Visited 13 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Rosmawati

Saya Rosmawati — bekerja di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara, mengajar di Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara, dan aktif di komunitas Bengkel Narasi serta Pena Anak Indonesia (PAI). Tiga peran itu berjalan bersamaan, dan saya menjalaninya dengan sadar. Di perpustakaan, saya dekat dengan buku dan dengan orang-orang yang datang mencari sesuatu — entah itu pengetahuan, ketenangan, atau sekadar tempat duduk yang tenang. Di ruang kuliah, saya belajar lagi setiap kali mahasiswa mengajukan pertanyaan yang tak pernah saya duga. Di komunitas, saya menemukan alasan yang paling sederhana mengapa literasi itu penting: karena ada anak-anak yang ingin bercerita, tapi belum punya kata-katanya. Saya menulis di Bengkel Narasi. Kadang soal hal-hal besar, kadang soal yang kecil saja — tapi selalu dari apa yang sungguh saya lihat dan rasakan. Kalau Anda ingin mengobrol soal literasi, pendidikan, atau dunia menulis — mari. 📍 Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara ✍️ bengkelnarasi.com 📚 Perpustakaan Daerah Kab. Kolaka Utara 🎓 Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.