Oleh: Muhammad Sadar*

Di bawah bayang-bayang terik solar sistem yang kian menyengat, dan dalam tekanan situasi fase El Nino yang terus menguat hingga mengaktivasi semua hot spot yang menyebabkan area hutan dan lahan membara, namun dibalik musim kemarau berkepanjangan ini yang telah menjadi ancaman nyata terhadap kehidupan, komoditas padi pun tidak berjeda dibudidayakan, siklus dan periode tanam-panen silih berganti tanpa henti. Penguatan usaha tani padi non stop tak berbatas tetap dihamparkan penanamannya sampai dituai pada setiap lahan potensial.

Badan Pusat Statistik melaporkan produksi padi nasional pada Sub Round I, Januari-April 2026 sebesar 24,36 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) dengan rincian Januari 3,01 juta ton GKG, Februari 5,01 juta ton GKG,
Maret 8,71 juta ton GKG dan April 7,63 juta ton GKG. Capaian ini meningkat 28.765 ton atau 0,12 persen dibandingkan periode yang sama Januari-April 2025 sebesar 24,33 juta ton GKG.

Angka tetap produksi tersebut diiringi dengan peningkatan luas panen padi. BPS mencatat luas panen Januari-April 2026 mencapai 4,51 juta hektare, bertambah 19.182 hektare atau 0,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 seluas 4,49 juta hektare. Dengan demikian produksi beras nasional sejak Januari-April 2026 tercatat 14,03 juta ton, jumlah tersebut meningkat 16.810 ton atau 0,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 14,01 persen.

Kejayaan komoditas padi tak lepas dari keberpihakan kebijakan pemerintah terhadap sektor pertanian, dukungan SDM petani maupun berbagai sarana produksi antara lain ketersediaan jenis pupuk dan jumlah dosis yang tepat, suplai, pengaturan dan bangunan air yang memadai, serta terkendalinya hama penyakit tanaman yang setiap musim menjadi momok potensial penjegal pertumbuhan. Diantara unsur yang paling pokok dalam sistem produksi adalah kesiapan benih-varietas unggul sebagai elemen dasar dalam manajemen komoditas padi.

Varietas-varietas padi unggul yang tersebar saat ini di tingkat lapang telah sangat mudah diakses oleh petani. Keunggulan suatu varietas padi bisa dilihat dari sisi rata-rata potensi produktivitas yang tinggi dan umur panen singkat. Struktur fisik tanaman seperti ukuran tinggi, kerebahan, kerontokan, bentuk gabah, maupun daun bendera sebagai indikator tampilan mutu sekaligus kekuatan tanaman menghadapi tekanan lingkungan. Unsur ketahanan terhadap hama penyakit tanaman turut menjadi hal yang paling krusial dalam pertimbangan pilihan varietas. Tekstur, rasa nasi, atau indeks glikemik tak lepas pula sebagai parameter uji organoleptik bagi panelis dan konsumen akhir.

Perolehan bahan tanam padi unggul bagi petani bisa dilakukan usaha perbanyakan mandiri, kemudian kemitraan penangkaran bersama pihak swasta serta melalui alokasi bantuan benih pemerintah atau kegiatan penerapan uji multi lokasi suatu varietas tertentu hingga program diseminasi varietas unggul baru oleh peneliti pada wilayah kelompok tani. Strategi penyebaran varietas tersebut bertujuan untuk memperluas penggunaan berbagai jenis padi inbrida yang memiliki sifat-sifat unggul yang pada akhirnya mendorong penguasaan varietas dan memperkuat basis peningkatan produksi padi nasional.

Sebagaimana kegiatan diseminasi varietas Cakrabuana Agritan oleh BB BRMP Sulawesi Selatan dan BRMP Penerapan Bogor di Kabupaten Barru pada musim tanam kedua tahun 2026 terhadap 18 unit kelompok tani menjadikan varietas ini sangat populer diminati petani pelaksana program. Program ini tertuju pada sasaran luas tanam 194 hektare dengan kontribusi benih sebesar 4.850 kilogram. Dengan statusnya sebagai kelas benih pokok, maka korporasi benih nasional diregistrasikan kepada BSMB menjadi calon benih kembali.

Okupasi hasil panen varietas Cakrabuana Agritan dilakukan oleh penyedia benih nasional diantaranya CV.Asia Agritama Perkasa dan PT.Harmoni Mega berhasil menguasai sebanyak 56,2 ton, dan 17,5 ton melalui program pengembangan mandiri benih Direktorat Perbenihan pada APBN 2026. Total serapan calon benih yang bervarietas Cakrabuana Agritan yang terproduksi di sawah-sawah petani Kabupaten Barru hingga saat ini mencapai 73,8 ton.

Berbeda dengan varietas Padjajaran Agritan yang dikembangkan pada salah satu wilayah kelompok tani di Kirukiru melalui pola kemitraan mandiri. Kerjasama penangkaran dengan penyediaan benih sumber sekaligus menjadi off taker penguasaan hasil panen. PT. Harmoni Mega berhasil menguasai hasil panen Padjajaran Agritan yang berkualifikasi calon benih berkelas stock seed sebesar 33,2 ton pada harga CBKS yang sangat fantastis.

Pada program mandiri benih pemerintah, utamanya yang berasal dari pembiayaan APBD Provinsi Sulawesi Selatan maupun APBN Pusat, baik varietas Cakrabuana Agritan, Padjajaran Agritan,
Inpari 32 HDB dan Inpari 49 Jembar atau Mekongga telah menjadi varietas favorit di kalangan petani. Ia kerap kali dicari dan ia sebagai idaman sarana produksi peningkat hasil panen. Ia selalu menjadi bahan percakapan ketika dilangsungkan musyawarah petani setiap menghadapi musim tanam. Laksana kompetisi antar varietas, ia seakan dilombakan oleh pelaku pertanian untuk memperoleh produktivitas padi yang paling tinggi.

Data kumulatif realisasi tanam varietas-varietas padi unggul tersebut pada tiga musim terakhir sejak tahun 2025 hingga Juli 2026 antara lain Inpari 32 HDB mencapai 9.563 hektare, Mekongga 7.540 hektare, Padjajaran Agritan
1.321 hektare, Inpari 49 Jembar
1.050 hektare dan Cakrabuana Agritan 625 hektare. Akumulasi luas tanam tersebut merupakan jumlah dan jenis varietas yang dibudidayakan petani yang bersumber dari alokasi bantuan pemerintah, pengembangan program hingga penyediaan benih secara mandiri oleh kelompok tani.

Jika merunut beberapa tahun belakangan atau sejak satu dasawarsa silam dan menganalisis sejarah awal pengembangan varietas-varietas padi unggul baru, tentunya tak lepas dari program dan diseminasi bahan tanam unggul dari pemerintah di suatu wilayah. Program Desa Mandiri Benih 2015 dan P3BK atau P3BTP mulai 2018 untuk pertama kalinya memperkenalkan Inpari 32 HDB di Kabupaten Barru bersama off taker PT. Pertani (Persero) hingga tersebar luas di kalangan petani. Produktivitas Inpari 32 HDB tak berbeda nyata dengan potensi rata-ratanya yang dihasilkan peneliti dari ruang riset antara 6,30-8,42 ton/hektare GKG.

Lain halnya dengan varietas Cakrabuana Agritan dan Padjajaran Agritan yang bermula dikembangkan di Barru melalui demplot kegiatan Pengabdian Masyarakat Fakultas Pertanian Unhas tahun 2023. Atas kerjasama kelompok tani penangkar lokal dan tim Unhas hingga mendatangkan benih sumber berkelas breeder seed dari BSIP Padi Sukamandi Kementerian Pertanian masing-masing 10 kilogram. Serapan produksinya diokup oleh off taker PT. Harmoni Mega dan menghasilkan foundation seed, stock seed hingga turunannya menyebar luas menjadi kelas benih sebar di tingkat petani sampai saat ini.

Hingga saat ini, petani dengan sikap fanatisnya terhadap suatu jenis padi masih tetap eksis mengembangkan beberapa varietas klasik yang telah berumur antara 30 sampai 40-an sejak dilepas pemerintah, diantaranya Ciliwung, Ciherang, Cigeulis, Cisantana, Cisadane, atau Memberamo. Varietas padi tersebut non rekomended dan diluar akses jasa purchasing e-catalog penyedia benih, walaupun tetap sebagai bahan penangkaran jenis padi spesifik lokasi yang dikembangkan pada daerah tertentu.

Sebaliknya varietas padi mutakhir yang telah dilepas pemerintah dalam rentang waktu 10 tahun terakhir dan pernah dibudidayakan di Kabupaten Barru antara lain M70D, Inpari (4,13, 30, 33,) Inpari 34/35 Salin Agritan, Inpari 36 Lanrang, Inpari Unsoed 79 Agritan, Inpari Sidenuk, Inpari Nutri Zinc, kecuali Inpari 50 Marem yang masih populer di tingkat lapang dalam skala terbatas. Pengguna benih seyogyanya mempelajari riwayat suatu varietas yang dikembangkan pemulia tanaman yang merupakan turunan dari gen-gen unggul produktif.

Penting bagi pelaku pertanian untuk mempelajari deskripsi varietas padi sebagai upaya adaptasi dan antisipasi dalam menghadapi arus gempuran perubahan iklim yang kian tidak menentu akhir-akhir ini. Bagi petani yang masih fanatis terhadap varietas tertentu seperti Ciliwung atau Ciherang, pilihannya bisa diarahkan kepada Inpari 45 Dirgahayu yang merupakan hasil seleksi antara Cibogo/Ciherang atau ke Inpari 49 Jembar asal seleksi Ciherang/
IRBB50 atau Inpari 32 HDB yang bersumber dari persilangan Ciherang/IRBB64.

Begitupun juga pada varietas Cisadane yang telah berumur lebih setengah abad sejak dilepas bisa disubstitusi dari varietas Inpari 11 yang merupakan keturunan dari Cisadane/ IR54742 atau menggunakan Inpari Unsoed 79 Agritan yang berasal dari seleksi Cisadane/Atomita 2. Demikian halnya dengan Cisantana dengan memanfaatkan Inpari 50 Marem dari persilangan Cisantana/B10384 MR-1-8-3/IR66160.

Bagi petani yang terus bertahan pada varietas Memberamo sebagai varietas lama, sebenarnya sudah sangat bisa digantikan menggunakan varietas Inpari Gemah yang telah dilepas sejak tahun 2020 dengan potensi hasil hingga 10,46 ton/hektare. Asal seleksi varietas ini adalah antara Memberamo/Inpari 9/ Hare Kwa dengan karakter unggul agak tahan terhadap hama WBC biotipe 1, 2, dan agak rentan terhadap biotipe 3 dan agak tahan terhadap penyakit HDB patotipe III, IV, dan VIII.

Sifat unggul lain dari varietas padi adalah berumur panen genjah seperti Inpari 13, namun varietas tersebut telah bertransformasi menjadi Cakrabuana Agritan yang merupakan asal seleksi iradiasi sinar gamma Co60 dosis 0,1 kGy terhadap Inpari 13. Turunan lain Inpari 13 meliputi Inpari VTE 13 yang dilepas tahun 2022 dan berasal dari silangan Inpari 13*4/Conde, termasuk generasi lainnya yaitu BK Situbondo 02 Agritan yang berumur panen singkat 107 hari setelah semai dan dilepas tahun 2023 lalu dari blasteran HHZ/Inpari 13.

Namun bagi petani yang menghendaki penanaman padi pada lahan kering atau sawah tadah hujan yang rentan kering di musim hujan, maka pilihan varietasnya direkomendasikan Inbrida Padi Gogo (Inpago 4). Inpago 4 berasal dari seleksi antara varietas Batutegi/Cigeulis/Ciherang. Keunggulan Inpago 4 adalah tahan terhadap beberapa ras penyakit blas dan toleran keracunan AI (60 ppm). Potensi hasil 6,1 ton/hektare GKG, walau masa panen tergolong lama, 124 hari.

Salah satu varietas andalan para petani di Kabupaten Barru sejak tiga tahun terakhir adalah Padjajaran Agritan. Varietas ini merupakan hasil seleksi Inpari 5 Merawu/IR66 yang memiliki keunggulan potensi produktivitas tinggi 11,0 ton/hektare GKG dan masa panen yang sangat genjah 105 hari pasca semai. Pilihan varietas lain bagi petani yang cocok pada sawah tadah hujan berpengairan atau sawah irigasi pada musim gadu adalah Mekongga. Jenis padi inbrida ini sudah sangat lazim dibudidayakan petani karena toleran terhadap kondisi iklim kering dan produktivitasnya tergolong sedang.

Meluasnya penggunaan varietas padi unggul di dalam suatu wilayah pengembangan berarti menunjukkan kekuatan diseminasi inovasi dan teknologi perbenihan yang bersumber dari riset lapangan para peneliti. Penyebarannya hingga ke pelosok tanah air dan sikap penerimaan masyarakat tani menciptakan harapan dan jaminan produksi suatu varietas yang dibudidayakan oleh pelaku pertanian di lahan-lahan sawah petani.

Penilaian akan terwujudnya varietas padi unggulan atau andalan di daerah ini adalah tak lebih dari hasil seleksi alam yang menghendaki ketangguhan, ketahanan dan fleksibilitas, kecocokan dari berbagai segmen konsumtif dan pasar komoditas. Transformasi gen padi produktif bagi lima varietas teratas di Kabupaten Barru yaitu Cakrabuana Agritan, Padjajaran Agritan, Inpari 32, Inpari 49 Jembar dan Mekongga, bisa disimpulkan bahwa sifat dan karakternya beradaptasi baik pada lingkungan tumbuh serta kultur petani sangat moderat didalam penyelenggaraan sistem good agriculture practice.

Sumber referensi:

1.Buku Deskripsi Varietas Unggul Baru Padi, Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Padi,
Kementerian Pertanian, 2023

2.Laporan Rutin Penggunaan Varietas Padi tahun 2025-2026
Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Barru
(Olahan data varietas oleh penulis).

Barru, 19 September 2026

*Penelaah Teknis Kebijakan

(Visited 9 times, 9 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.