Hanya satu yang aku tahu, yaitu bahwa aku tidak tahu apa-apa.

sokrates

SOCRATES:

“Aku Tahu Kalau Aku
Tidak Tahu”

A. Mengenal Socrates

Socrates (470 – 399 SM) adalah filsuf Yunani klasik (Athena) yang dianggap sebagai salah seorang pendiri filsafat Barat, dan sebagai filsuf moral pertama dari tradisi pemikiran etis Barat. Bukan dari keluarga bangsawan, dia kemungkinan besar menerima pendidikan dasar dan belajar kerajinan dari ayahnya di usia muda sebelum mengabdikan hidupnya untuk filsafat. Socrates menikahi Xanthippe dan memiliki tiga putra – Lamprocles, Sophroniscus, dan Menexenus.
Sosok yang penuh teka-teki, dia tidak meninggalkan tulisan, dan dikenal terutama melalui kisah-kisah penulis klasik yang ditulis setelah masa hidupnya, terutama murid-muridnya Plato dan Xenophon.


sumber : medsos2021

Dialog Plato adalah salah satu tulisan paling komprehensif tentang Socrates yang membuat Socrates dikenal karena kontribusinya pada bidang etika dan epistemologi.
Socrates percaya bahwa filsafat memiliki potensi untuk meningkatkan kesejahteraan di masyarakat.
Dia berusaha membangun sistem etis berdasarkan akal manusia dengan menunjukkan bahwa pilihan manusia dimotivasi oleh keinginan untuk kebahagiaan, dan bahwa kebijaksanaan berasal dari introspeksi.
Sementara sebagian orang Athena mengagumi pandangan kritis Socrates terhadap kebijaksanaan Yunani konvensional, banyak yang merasa terancam dengan kehadirannya. Ketika iklim politik Yunani berubah, Socrates dijatuhi hukuman mati dengan racun hemlock pada 399 SM.
Penggambaran Socrates dalam seni, sastra, dan budaya populer telah menjadikannya salah satu tokoh paling dikenal dalam tradisi filsafat Barat.
Sumber : https://www.syafrilhernendi.com/, sunting 15 agustus 2021.9.44. Menurut Socrates orang yang bijak adalah orang yang tidak mengetahui semakin kita tahu, maka semakin kita tidak tahu.


B. Aku Tahu kalau aku tidak tahu.

Ucapan itu merupakan akhir pengetahuan dan awal kebijaksanaan. Biasanya terujar dari orang yang sudah mencapai tahap mental dan kepribadian begawan yang sudah tak lagi punya ego penonjolan diri atas semua yang ia miliki termasuk pengetahuannya, ilmu bahkan imannya. Namun pada saat yang sama ucapan itu merupakan cerminan metode Sokrates itu sendiri yang mencapai pengetahuan bahkan kebijaksanaan dari ketidaktahuan dengan mengajukan pertanyaan terus hingga akhir jawaban dimana menyisa tak ada lagi pertanyaan.

Metode ini nantinya ditangan Aristoteles menjadi metode induktif dari bawah ke atas. Dinamakan dialektika. Meskipun sesungguhnya semua jawaban telah tergambar samar dari intuisi yang loncat tiba-tiba mencari gambar dengan rasio.

Perkataan ini mirip dengan perkataan Imam Syafii, ahli hukum, ahli hadis, dan penyair yang mengatakan :

Ada yang tahu dalam tahunya
Ada yang tidak tahu dalam tahunya
Ada yang tahu dalam tidak tahunya
Ada yang tidak tahu dalam tidak tahunya

Makanan enak, baju indah dan segala kemewahan. itulah yang kau sebut kebahagiaan, namun aku percaya suatu keadaan dimana orang tidak mengharapkan apa pun adalah kebahagiaan tertinggi.

Socrates

1).  Apa kata2 terakhir saat ajal jemput Socrates?  Ia berkata pada Crito, “aku berutang ayam kepada Aesculaap, jangan lupa membayarnya kembali”  Sambil menangis Crito jawab, “Utang itu akan dibayar”

2). Ia dihukum mati karena dus tuduhan: Meniadakan Dewa dan dianggap provokator buat milenial. Tegas Socrates tidak terima. Ia tidak merasa bersalah, bahkan berjasa pada pemuda dan masyarakat Athena. Bukan hukuman, melainkan upah yang harus di terimanya. Ia sindir kaum Sophis!

3). Socrates pakai metode bertanya. Mulai dengan pertanyaan biasa, tahap demi tahap, perlahan. Sampai akhirnya orang yang ditanya kewalahan, seolah dituntut tanggung jawab atas pengetahuannya. Lalu ia kunci tanya-jawab  berkata “Demikianlah adanya, kita sama-sama tak tahu

4). Mungkin dari sini, ada ungkapan “orang cerdas dilihat dari caranya bertanya, bukan dari cara menjawab” Socrates memang tidak pernah menulis apa pun, kerjanya cuma bertanya. Ia tidak pernah menggurui, ia tidak pernah menceramahi. Cuma mengantar orang menemukan jawaban.

5). Mungkin Socrates terinspirasi dari ibunya yang  Bidan. Ia sendiri yang bilang ilmunya itu seperti ilmu bidan. Socrates merasa tugasnya membantu orang-orang “melahirkan” wawasan yang benar, sebab pemahaman sejati harus timbul dari dalam diri sendiri. Lantas dimana ia belajar?

6). Socrates belajar di pasar dan alun-alun. “Pohon-pohon di daerah perdesaan tidak mengajarkan apa-apa padaku” Buatnya manusia lah sumber pengetahuan.

Catat ia bertanya melahirkan dialektika (dialegesthai), yang artinya berdialog. Sebutan lain adalah mientika atau seni kebidanan.

7). Cicero dengan pas menyimpulkan Socrates, dia yang menurunkan filsafat dari langit, mengantarkan ke kota kota, memperkenalkan ke rumah rumah memaksa orang menelaah tentang kehidupan, etika, kebaikan dan kejahatan. Dan, berani berpegang pada kebenaran walau nyawa taruhannya.

8). Secara fisik, ia jelek. Perutnya gendut, matanya gede menonjol dan hidungnya besar. Orang seperti ini mungkin kita bisa menemukannya dimana-mana, tapi kita tidak akan pernah menemukan padanannya.

Socrates seolah menasehati, jangan nilai manusia dari fisiknya.

Pengetahuan ini didapat dari utas dan sumber dari diskusi di medsos pecinta filsafat.

•Julukan bagi Aristoteles adalah, bapak orang benar
•Plato adalah guru Aristoteles, sedangkan Socrates adalah gurunya Plato.
•Socrates adalah generasi pertama dari tiga ahli filsafat besar Yunani;
(1. Socrates 2. Plato 3. Aristoteles)
Socrates adalah gurunya guru

Repost

Soppeng, 30 Juni 2022

Kebijaksanaan yang sejati adalah mengetahui bahwa kamu tidak tahu apa –apa.

socrates

1305 SDM

(Visited 2,568 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Sudirman Muhammadiyah

Dr. Sudirman, S. Pd., M. Si. Dosen|Peneliti|Penulis| penggiat media sosial| HARTA|TAHTA|BUKU|

7 thoughts on “Catatan Kuliah Filsafat (CKF) Socrates : Aku Tahu Kalau Aku Tidak Tahu”
    1. Karena dia mengajarkan ttg kebenaran yg bertentangan dg kerajaan. Dianggaopahamnya berbahaya bagi bangsa yunani

    2. Karena dianggap kerajaan mengajarkan kebenaran k generasi muda yg bertentangan dg nenek moyang yunani kuno

  1. Menyentuh skali ceritanya.. nah yang kyak gini kdang prlu saya terapkan so gak mesti terlihat tahu segala nya atau sotta😅. Makanya dsni filsuf socrates bicara sprti itu dalam filosofisnya. Verry good

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.