Berita bohong atau hoax adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya. Hal ini tidak sama dengan rumor, ilmu semu, atau berita palsu, maupun April Mop. Tujuan dari berita bohong adalah membuat masyarakat merasa tidak aman, tidak nyaman , dan kebingungan. (wikipedia)
Sedang di dalam Kamus besar Bahasa Indonesia, “hoaks” adalah “ berita bohong atau tidak bersumber”. Dalam Oxford English Dictionary, ‘hoaks’ didefinisikan sebagai ‘malicious deception’ atau kebohongan yang dibuat dengan tujuan jahat’.Sayangnya, banyak netizen yang sebenarnya mendefinisikan ‘hoaks’ sebagai berita yang tidak disukai.
Dewasa ini banyak informasi bohong atau hoaks muncul di tengah-tengah kita yang disebarkan oleh sejumlah pihak yang tidak bertanggung jawab. Jika tidak hati-hati, kita pun dengan mudah termakan tipuan dari hoaks tersebut, bahkan ikut menyebarkan informasi bohong itu yang tentunya akan sangat merugikan banyak pihak.
Sahabat pembelajar, yuk cermati konten berikut agar kita tidak menjadi korban informasi bohong.
- Hati-hati terhadap judul yang provokatif
Berita bohong sering kali menggunakan judul sensasional yang provokatif, misalnya dengan langsung menudingkan jari kepada pihak tertentu. Isinya pun dapat diambil dari berita media resmi, hanya saja tampilannya dimodifikasi agar menimbulkan persepsi sesuai kehendak sang pembuat berita.
- Cermati Alamat Situs
Untuk informasi yang diperoleh dari tautan situs, cermatilah alamat URL situs tersebut. Berita yang berasal dari situs media yang sudah terverifikasi Dewan Pers akan lebih mudah dimintai pertanggungjawabannya.
- Periksa Fakta
Perhatikan dari mana berita berasal dan siapa sumbernya. Apakah asalnya dari institusi resmi.Selain itu, perhatikan keberimbangan sumber berita. Jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak dapat mendapatkan gambaran yang utuh.
Hal lain yang perlu diamati adalah perbedaan antara berita yang dibuat berdasarkan fakta dan opini. Berita yang didasarkan pada fakta berisi hal atau peristiwa yang terjadi dengan disertai adanya saksi dan bukti, sedangkan opini didasarkan pada pendapat dan kesan dari penulis berita sehingga memiliki kecenderungan bersifat subjektif.
- Cek Keaslian Foto
Pada era teknologi digital saat ini bukan hanya konten berupa teks yang dapat dimanipulasi, melainkan juga konten lain yang berupa foto atau video. Ada kalanya pembuat berita bohong juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca.
Cara untuk mengecek keaslian foto adalah dengan memanfaatkan mesin pencarian digital, seperti Google. Kita hanya perlu melakukan drog-and-drop di kolom pencarian gambar di Google. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan.
- Ikut Serta dalam Grup Diskusi Anti Hoaks
Di beberapa situs media sosial terdapat sejumlah halaman dan grup diskusi anti hoaks. Di grup-grup diskusi tersebut warganet juga bisa berkonsultasi tentang informasi yang diterima, apakah benar atau tidak, sekaligus melihat klasifikasi yang sudah diberikan oleh orang lain. Semua anggota bisa ikut berkontribusi sehingga grup berfungsi layaknya urun daya yang memanfaatkan tenaga banyak orang.
Semoga kita terhindar dari hal-hal yang negatif. Jangan sampai kita menjadi penyebar atau korban berita bohong.
Sumber : badanbahasakemendikbud
Watansoppeng, 12 Agustus 2021
