
Buku berjudul PNS LENGSER KEPRABON (ASIDIBIBA) yang disusun oleh Bapak Sumardi, S.E.. M.Si. sangat bagus dibaca oleh para ASN dan para pejabat terkait. Buku ini menambah referensi literasi, khususnya di bidang manajemen sumber daya aparatur dan regulasi yang diterbitkan oleh pemerintah.
- Dr. H. Ambo Sakka, M.Pd., Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Buku berjudul PNS LENGSER KEPRABON (ASIDIBIBA) terdengar aneh bagi sebagian besar pembaca. Tetapi di situlah letak kejelian penulis dalam mengambil judul buku ini agar memantik minat pembaca. Buku ini perlu dibaca oleh para pimpinan di daerah dan juga rekan-rekan PNS sehingga lebih paham mengenai kewajiban dan hak-haknya ketika dibebaskan dari jabatan. Namun demikian, setiap PNS memiliki prinsip yang berbeda ketika mengambil sikap atas pembebasan dari jabatannya.
- Zukri Surotinojo, A.P., M.Ec.Dev., Kepala BKD Provinsi Gorontalo.

Buku berjudul PNS LENGSER KEPRABON (ASIDIBIBA) terdengar lucu. Namun, setelah dicermati lebih lanjut, saya pun paham topik yang dimaksud oleh penulis. Topik ini sesungguhnya merupakan sebuah kebutuhan dalam tata kelola sumber daya manusia aparatur agar tidak terjadi pelanggaran terhadap ketentuan perundang-undangan. Kita sadari bersama bahwa SDM aparatur adalah aset yang harus kita kelola dan kembangkan untuk mendukung tercapainya visi-misi pemerintah daerah.
- Yetti Sembiring, S.STP., M.M., Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.

Judul buku ini mengingatkan situasi politik di akhir tahun 90-an. Sangat menarik ketika penulis mengaitkan dengan kondisi penataan manajemen SDM aparatur saat ini. Buku ini bisa menjawab sebagian besar permasalahan yang dihadapi kami di lapangan dan menjadi dasar dalam memberikan telaahan yang paripurna bagi PPK. Salut dan keren…
- Jhon Wahyudi, A.P., M.Si., Kepala Badan Kepegawaian dan Peningkatan SDM Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.





Berapa halaman itu, Aa? Penasaran!