Oleh : Yusriani Nuruse
Ibu Sitti Muin berumur 77 tahun,hanya bisa terbaring pasrah.3 bulan yang lalu tiba-tiba muncul benjolan sebesar kelereng di jidatnya.
Awalnya ibu Sitti Muin sering batuk berdarah. Ia ingin sekali memeriksakan diri ke puskesmas namun BPJS miliknya ternyata sudah tidak aktif lagi. Anaknya yang bernama Bapak Alli berumur 34 Tahun yang menemaninya di rumah hanya seorang petani, itupun hanya menggarap sawah milik orang lain.Ia tak punya biaya untuk membawa ibunya ke rumah sakit.
Dengan mengumpulkan uang, Ia kemudian mengurus BPJS Ibunya dan segera membawa ibunya ke rumah sakit.
Di rumah sakit Ibu Sitti Muin kemudian melewati serangkaian pemeriksaan, termasuk Rontgen bagian paru-paru dan ditemukan tumor dibagian paru-paru ibu Muin yang menurut Dokter yang menanganinya Ibu Sitti Muin didiagnosa menderita Tumor paru dan Tumor frontal yang menjalar ke jidatnya. Dan setiap Ibu Sitti Muin menarik nafas maka benjolan di jidatnya bertambah besar.
Dan dalam waktu kurang lebih 3 bulan, benjolan di jidat ibu Sitti Muin semakin membesar.
Oleh Dokter, Ibu Sitti Muin di rujuk ke salah satu Rumah sakit di Makassar. Namun karena Ibu Sitti Muin tidak mempunyai biaya berobat ke Makassar,akhirnya ia kembali ke rumahnya.
Raut Sedih dan pasrah terpancar dari wajah Ibu Sitti Muin menghadapi penyakit yang dideritanya.
Ibu Sitti Muin harus segera mendapat penanganan Medis sebelum benjolan di jidatnya pecah.Namun keadaan ekonomi membuatnya hanya bisa pasrah.
Orang baik mari kita ulurkan tangan kita untuk segera menolongnya agar bisa segera dibawa ke Rumah sakit. Ya.. itulah gambaran dari sekian banyak duafa yang harus menghadapi sakit kronis.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Allah SWT berfirman: Hai anak Adam, jika kamu bersabar dan ikhlas saat tertimpa musibah, maka Aku tidak akan meridhoi bagimu sebuah pahala kecuali surga.” (HR Ibnu Majah)
Watansoppeng, 2
