Oleh: Andi Akbar Herman*

Ruang Berbagi Ilmu (RuBI) adalah gerakan kerelawanan yang mengajak masyarakat dari pelbagai latar belakang untuk terjun langsung dalam usaha peningkatan kualitas penggerak pendidikan di seluruh Indonesia terkhusus Kabupaten Kolaka Utara. RuBI adalah wadah yang mempertemukan anak-anak negeri yang satu visi dan satu jiwa dalam memajukan pendidikan di daerah.

Panitia Lokal RuBI Kolaka Utara sadar benar kalau masa depan suatu bangsa dan daerah tergantung kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Karena itu semua elemen masyarakat harus bersatu dalam perbedaan bersama dalam keberagaman untuk menabur benih unggul sumber daya manusia, memupuk, dan merawatnyan hingga tumbuh kembang memancarkan harum semerbaknya Bumi Patampanua ke seantero dunia. Sebagaimana kata Benjamin Franklin bahwa “Investasi dalam pengetahuan selalu membayar bunga terbaik”.

Hampir tidak ada waktu jeda, Panlok RuBi dengan semangat mudanya terus menjadi trigger lahirnya sumber daya manusia berkualitas di daerah. Sabtu (13/2021) lagi-lagi saya menyaksikan antusias para pahlawan kemanusiaan, pendidik terdidik yang sadar akan pentingnya meng-upgrade sumber daya manusia. Kegiatan RuBI kali ini lebih istimewa kerana kehadiran ibu Dra. Islamiati, M.Si. selaku penulis menyerahkan buku barunya “Manata Diri Meniti Kehidupan Secara Islami” kepada Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara bapak Sahril, S.Pd.

Spirit penulis buku akan mengalirkan semangat baru kepada penggiat pendidikan untuk terus bergerak dan tergerak digaris terdepan. Tidak peduli tentang wabah covid-19 setiap waktu mengintai. Tidak peduli tentang stigma negatif khalayak yang juga sewaktu-waktu dapat menginterpensi. Mereka terus bergerak bersama, terus berbagi menebar manfaat dan kebaikan yang membaikkan. Itulah nawacita para Relawan Penyitas Pendidikan.

Giat mereka adalah giat peradaban, yang hasilnya tidak didapat secara instan. Gerak langkah mereka adalah semangat Fastabiqul Khairat (semangat berlomba-lomba dalam kebaikan). Layaknya cahaya yg baru menyala, meski nyalanya kecil namun InsyaAllah takkan pernah padam. Semua hanya untuk dua kata “Untuk Allah”.

Saya selalu yakin bahwa pengabdian ini adalah gerakan kerelawanan yang bebas dari kepentingan. Panggilan nurani, panggilan hati, yang semuanya untuk Kolaka Utara tercinta. Adapula orang-orang yang tidak membersamai gerak dan langkah mereka saat ini, namun kupastikan mereka turut hadir dalam nafas kegiatan. Itulah para dermawan kebajikan. Tidak hadir dengan fisiknya. Mereka hadir dengan doa dan kebaikannya. Terimakasih kami haturkan serta doa yg tak pernah usai.

Diakhir tulisan ini tiba-tiba teringat pesan Kanda Ruslan Ismail Mage founder Sipil Institute Jakarta. Katanya ia terus mengamati setiap pergerakan RuBI di daerah Kolaka Utara. Tokoh sentral dalam gerakan “Kado Buku untuk Sahabat” ini berpesan, teruslah bergerak dengan ikhlas memajukan pendidikan di daerah, karena sesungguhnya RuBI Kolaka Utara sebagai penggerak pendidikan telah berjalan menuju taman-taman Surgawi.

* Penulis adalah akademisi dan pegiat pendidikan.

(Visited 22 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Admin

Admin Bengkel Narasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.