Bumi Patampanua Kolaka Utara tidak pernah sepi dengan gerakan literasinya. Sebagaimana Kamis siang 11 Maret 2021, kembali terlaksana gerakan literasi bertajuk “Launching Buku Menata Diri Meniti Kehidupan Secara Islami” karya spektakuler Bunda Islamiati, Kepala SMPN 1 Kolaka Utara. Disebut karya spektakuler karena buku ini akan menjadi trigger lahirnya guru-guru penulis di Kabupaten Kolaka Utara.

Acara launching buku secara virtual ini mendapat apresiasi dari seluruh penggiat literasi di Kolaka Utara sampai kota Kendari. Dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Kolaka Utara bapak Buhari S.Kel., M.Si,. dan Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Utara Dr. Taufik Sonda, S.P., M.M. Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kolaka Utara bapak H. Muhammad Idrus, S.Sos., M.Si yang mendukung penuh acara ini tidak sempat hadir karena ada agenda lain yang tidak bisa ditinggalkan.
Ketua DPRD dalam sambutannya sangat mengapresiasi terbitnya buku Bunda Islamiati dan berharap akan lahirnya buku-buku baru di Bumi Patampanua yang ditulis para guru. Menurutnya, pemerintah daerah harus mulai memikirkan setiap guru yang menulis buku diberikan reward untuk lebih memotivasi para guru menulis buku dalam memajukan literasi di daerah. Hal ini menjadi penting, karena kemajuan literasi akan berbanding lurus dengan kemajuan daerah.
Senanda dengan itu, Bapak Sekda dalam sambutannya juga memberi respon positif acara launching buku ini. Menurutnya pemerintah daerah tidak pernah berhenti memberi dukungan dalam memajukan gerakan literasi di Bumi Patampanua. Sebagai pencinta literasi, Bapak Sekda menghimbau kepada guru-guru untuk menulis buku mengikuti jejak Bunda Islamiati. Karena dengan menulis buku kita memasuki dunia keabadian.
Acara launching buku ini lebih hidup dan semarak karena menghadirkan narasumber seorang inspirator, trainer penulisan buku, dan founder Sipil Institute Jakarta Bapak Ruslan Ismail Mage. Tokoh sentral dalam gerakan literasi “Kado Buku untuk Sahabat” ini berkeyakinan Kabupaten Kolaka Utara akan bersinar menjadi salah satu daerah maju karena pemimpin daerahnya mendukung penuh gerakan literasi.
Kayakinannya ini cukup beralasan, karena menurutnya masa depan suatu bangsa atau daerah tergantung kepada generasi mudanya. Berbicara generasi muda tentu berbicara kualitas SDM. Berbicara kuakitas SDM berarti berbicara masalah daya baca. Berbicara daya baca pasti berbicara masalah buku. Sementara berbicara buku itu berarti berbicara masalah literasi.
Siklus inilah kemudian yang akan menentukan masa depan suatu daerah. Artinya, pemimpin yang mendukung penuh dan terjun langsung memajukan gerakan literasi di daerahnya akan melahirkan generasi emas untuk memajukan daerahnya. Begitu pula sebaliknya, pemimpin yang mengabaikan gerakan literasi laksana memadamkan cahaya ilmu di daerahnya. Dengan memerhatikan begitu besarnya dukungan pemimpin daerahnya dalam setiap kegiatan literasi, Kabupaten Kolaka Utara akan menjelma menjadi salah satu daerah maju di Indonesia.
Sang inspirator ini menganalogikan bahwa pimpinan daerah Kabupaten Kolaka Utara sedang menanam bunga-bunga bangsa di halaman Bumi Patampanua. “Teruslah memupuk literasi bunga-bunga bangsa itu hingga tumbuh mekar memancarkan harum semerbaknya bumi Patampanua ke seantero dunia”, jelas penulis buku “21 Hukum Kesuksesan Sejati” ini. (Dika)
