Pahlawan di Garda Terdepan
Puisi ini terdapat pada buku kumpulan puisi ” MENJEDA JAGAT MEMELUK HAKIKAT “. Kumpulan puisi – puisi refleksi korona yang diterbitkan oleh Yedija Nusantara Yogyakarta bekerjasama dengan Komunitas Guru Menulis tahun 2020. Terdapat 38 orang penyair kreatif yang menyumbangkan karyanya. Semuanya berkisah tentang Pandemi covid-19 yang melanda negeri tercinta. Ada cinta, sayang dan kerinduan yang menjadi bumbunya. Virus tak kasat mata yang muncul mengusik ketenangan dan kedamaian bumi pertiwi,membuat banyak nyawa melayang. Negara berduka. Rakyat menangis. Duka sesama,menyentuh hati tulus, mengulur tangan, tanpa lelah terus berjibaku. Mereka para dokter, perawat, tenaga medis yang selalu berada di garda terdepan
Pahlawan di Garda Terdepan
Oleh : Gusnawati Lukman
Kami bukan superman
Kami bukan wonder women
Kami bukan manusia sempurna, bukan pula dewa
Kami punya impian, punya masa depan, punya keluarga
Satu nyawa
Satu Kehidupan
Satu Kesembuhan
Begitu berarti bagi kami
Kalian adalah superpower kami
Dukungan kalian mengalahkan segala hasrat kami
Kami rindu pulang
Rindu gelitik mesra dari tangan-tangan mungil dan tawa riang anak-anak kami
Kalian jadikan kami seorang pahlawan
Penyelamat dari amukan virus yang maha dahsyat
Kiriman dari Sang Maha Dahsyat
Begitu besar harapan tertumpu pada kami
Namun, pada akhirnya kami menyerah
Satu persatu kami berguguran
Masih berartikah kami …..?
Hanya tinggal nama
Mengenang pun enggan….
Titip anak-anak kamiā¦
Doakan kami….
Watansoppeng, Medio Maret 2020 ( Tribute to Doctors, Nurses, Paramedics)
