Oleh : Gusnawati Lukman
Aku pernah membaca tulisan yang penuh makna bahwa kalau ingin keluargamu langgeng, kuncilah media sosialmu. Dan itu benarlah adanya. Namaku Rini, seorang wanita berkeluarga yang selalu aktif di medsos. Banyak sisi positif dari media sosial yang mempengaruhi keseharian aku. Meskipun aku tidak bisa pungkiri bahwa ada juga sisi negatifnya. Melalui media sosial inilah aku mengenal seorang laki-laki yang begitu hebat, luar biasa dan memiliki semua hal yang diinginkan semua wanita. Aku mengaguminya hingga terbawa ke alam mimpi-mimpi indah. Aku ingin bersamanya, menjalani hari-hari indah, merajut asa yang baru. Dan alangkah senangnya karena Ia pun membalas perasaanku padanya. Singkat cerita, akhirnya kami menjalani hubungan jarak jauh yang keren dengan sebutan Long Distance Relationship (LDR). Hubungan jarak jauh yang begitu nikmat,hikmat dan bahagia. Aku banyak terinspirasi dengan semua yang dia lakukan. Aku semakin produktif berkarya,menuangkan semua ide-ide kreatif yang selama ini cuma terpendam saja. Meskipun usia kami berbeda, tapi itu tidak ada masalah bagi aku. Wanita selalu ingin didengar keluh kesahnya, curahan hatinya, bermanja, menumpahkan segala perasaan yang kadang tidak dimengerti. Aku mencintai dan menyayanginya. Perasaan yang tulus itu muncul tanpa aku bisa membendungnya. Ia mempercayai aku sepenuhnya.Tahu kalau aku sudah berkeluarga.
Aku menikmati hari-hari bersamanya,meskipun berjauhan tapi semua terasa begitu indah. Aku sadar kami tidak mungkin bisa bersama. Kami tidak akan pernah dipertemukan untuk menumpahkan semua rasa. Menangis dipelukannya, bermanja seperti layaknya sepasang kekasih. Dunia maya, penuh angan-angan, hayalan yang tak berkesudahan. Tapi begitu nikmat, syahdu dan menembus relung hati yang paling dalam. Mungkin banyak yang mengalami hal yang serupa denganku. Tapi semuanya akan menjadi kisah yang abadi dalam kenangan. Aku akan memupuk terus kerinduan yang tidak akan pernah tersampaikan. Bagiku, kerinduan itu memerlukan temu. Namun kenyataan itu begitu sulit. Aku tidak boleh mengeluh. Aku harus jadi wanita yang sabar. Aku tahu aku bersalah pada semuanya, namun ini hanya ada di dunia maya. Tidak akan pernah menjadi kenyataan. Berpeluk raga, hanya ada dalam hayalan indah.
Aku menangis karena rindu. Aku butuh sua. Dan dia tahu semuanya. Ia pun tidak berdaya. Dia cuma bisa menghibur aku, supaya air mataku mengering, mataku tidak selalu sembab lagi. Aku mungkin salah karena mencintainya, namun setiap rasa punya kisah untuk dituliskan. Setiap tulisan punya kisah tersendiri. Dan aku tidak bisa mengelak dari semuanya.
Kisah ini akan kubingkai indah dan menjadi kenangan abadi tentang arti sebuah ketulusan,cinta, kasih dan sayang.
