https://portaljember.pikiran-rakyat.com/

Selepas tarawih, aku berjalan perlahan menuju parkiran. Langkahku terhenti oleh seorang ibu yang berdiri di hadapan. Sambil menggendong anak, ia pun menuntun anak lainnya yang lebih besar.

Sejurus kemudian datanglah seorang laki-laki membonceng seorang anak lainnya menghampiri. Aku pikir itu suaminya. Tampak bersusah payah mereka menaiki motor itu bersama. Jika dihitung, mereka berlima menaiki motor matic butut tersebut.

Sambil tertegun aku melihat mereka berlalu. “Huft…!” aku membuang napas. “Tidak terbayang jika aku sekeluarga harus menaiki motor berlima,” pikirku.

Meskipun pandemi COVID-19 telah melumpuhkan sebagian pijakan finansialku, harusnya aku tetap bersyukur masih ada kendaraan roda empat yang bisa dikendarai sekeluarga. “Makanya kalau melihat jangan selalu ke atas,” bisik hati kecilku.

Pada kenyataannya, fenemona seperti itu sangat sering kita temui. Hanya saja kita sering tidak peduli. Tidak jarang kita berpikir bahwa hidup ini selalu sulit. Padahal, banyak orang yang hidupnya jauh lebih sulit dari kita. Sering kali kita tidak mensyukuri rezeki yang kita dapat.

Kembali ke konsep rezeki, hakikatnya adalah apa yang dikonsumsi dan yang dimanfaatkan. Sementara yang dikumpulkan oleh manusia belum tentu menjadi jatah rezekinya. Jadi, sekaya apa pun manusia, atau sebanyak apa pun penghasilannya, sesungguhnya dia tidak akan mampu melampaui jatah rezekinya.

Faktanya, orang yang mempunyai satu ton beras, dia hanya akan makan sepiring atau dua piring nasi. Orang yang memiliki 100 mobil, dia hanya akan memanfaatkan satu atau dua mobil saja. Begitu pun orang yang memiliki 100 rumah, dia hanya akan menempati satu ruangan saja di dalam kubur. Selebihnya sudah pasti akan dihisab oleh Allah Swt.

Sejatinya, hal yang harus ada pada hati setiap muslim adalah sikap husnudzon (prasangka baik) kepada Allah Swt. Apa yang Dia pilihkan untuk makhluknya adalah yang terbaik bagi makhluk tersebut. Allah Swt tidak mungkin salah dalam memberikan suatu ketetapan. Allah Swt mendatangkan pandemi COVID-19, namun yakinlah bahwa Allah Swt juga tetap memberi rezekinya bagi kita. Maka carilah rezeki dengan cara-cara yang (tetap) halal dan thayyib. []

(Visited 47 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Abah Iyan

Sosiopreneur, Writerpreneur & Book Publisher

One thought on “Ketika Lupa Bersyukur”
  1. Rezeki sdh diatur oleh Yang Di atas. Jangan lupa Bersyukur atas apa yang kita miliki sekarang ….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.