Dengan buku aku ingin terbang. Buku selalu memberi sayap-sayap baru yang akan membawa terbang ke taman- taman pengetahuan paling menawan. Buku adalah jendela dunia. Buku juga merupakan jembatan ilmu.Jendela ilmu yang akan membuka cakrawala kehidupan manusia. Dengan membaca buku, kita akan mengetahui ilmu dari penjuru dunia. Kalau anda ingin menguasai dunia, maka rajinlah membaca buku.

Membudayakan membaca buku pada generasi sekarang memang tidaklah mudah. Butuh kemampuan penuh untuk menggerakkan dan menanamkan budaya membaca buku sejak dini. Banyak yang belum menyadari bahwa membaca buku sangat penting agar tidak dipenuhi dengan kebodohan dan ketidaktahuan. Buku dapat mengembangkan kecerdasan, membina watak, dan mengubah dunia. Seandainya mereka mengetahui bahwa buku adalah liburan termurah yang bisa semua orang beli. Kita biasa berlibur ke tempat lain atau negara lain dengan menggunakan kereta api, pesawat atau alat transport lainnya. Maka seperti tulah sebuah buku yang merupakan jalan harapan untuk orang-orang yang ingin berada di tempat lain. Buku adalah sahabat paling setia yang selalu mendampingi di mana pun dan kapan pun. Dan sebaik-baik teman sepanjang zaman adalah buku. Buku adalah warisan berharga yang ditinggalkan oleh kaum genius kepada kemanusiaan dan diberikan turun temurun kepada anak cucu.

Hari Buku Nasional tahun 2021 ini mengambil tema ” Satu Buku Seribu Harapan “, memiliki tujuan meningkatkan minat baca dan potensi siswa/siswi dalam menghadapi tantangan global. Dan tema itu sangat sesuai dengan kondisi saat ini di mana minat baca dikalangan peserta didik kita sangat kurang. Menumbuhkan minat dan budaya baca sejak dini dilakukan dengan berbagai macam cara. Sekolah-sekolah sudah menjadikan program literasi sebagai program utama dan sudah mencanangkannya sebagai gerakan untuk menggali minat dan potensi peserta didik, menambah dan memperkaya mereka dengan pengetahuan yang belum mereka dapatkan.Sekolah bekerjasama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah menggalakkan program gema literasi dengan mengunjungi sekolah-sekolah dengan mobil pintar yang berisi ribuan judul buku, dengan bidang keilmuan yang beragam. Dan cara ini dirasa efektif untuk merangsang antusiasme peserta didik dalam membaca, meskipun masih sebatas membaca bacaan yang ringan.

Tantangan globalisasi saat ini, menuntut generasi kita menjadi generasi yang unggul dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi modern yang tidak hanya diperoleh secara digital tetapi juga melalui buku-buku cetak yang berisi banyak pedoman, tuntunan, ilmu pengetahuan yang dapat mengasah pikiran dan menggali potensi atau kemampuan diri, menyalurkan bakat serta minat mereka sehingga profil pelajar Pancasila yang saat ini didengung-dengungkan oleh pemerintah bisa terwujud. Generasi unggul yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,mandiri, bernalar kritis serta kreatif adalah harapan kita semua.

Tidak sedikit data dan fakta menjelaskan kebodohan dan kegagalan menata kehidupan bukan karena kita miskin dan kalah berkali-kali dalam kompetisi, tetapi karena dari awal tidak memupuk kegemaran membaca buku. Dan hal itu tidak bisa kita pungkiri. Generasi milenial, dengan teknologi canggih, di era digitalisasi dengan segala kekurangan dan kelebihannya lebih mengenal e- book daripada buku literatur cetak. Mereka lebih menikmati mencari referensi-referensi secara online melalui pencarian di google, tanpa berminat mengunjungi perpustakaan-perpustakaan yang sudah menyediakan beragam literatur dari berbagai disiplin ilmu dari seluruh penjuru dunia. Catatan Literasi Sipil Institute bahwa Indonesia memiliki budaya baca tinggi yang sangat kurang daya bacanya. Faktanya, setiap saat baca status medsos tapi malas baca buku. Sekarang tinggal kita yang menerjemahkan itu.

Ruslan Ismail Mage dalam catatan literaturnya menyimpulkan tiga hal yaitu; satu, kemajuan suatu bangsa atau daerah ditentukan oleh kualitas generasi mudanya, dua, kualitas generasinya tergantung kualitas sumber daya manusianya, dan yang ketiga bahwa kualitas sumber daya manusia tergantung pada kemampuan literasinya. Dan bagi seorang intelektual sejati setiap lembaran buku seperti lambaian tangan-tangan bidadari yang memanggilnya untuk dicumbui.

“Buku adalah pembawa peradaban. Tanpa buku, sejarah itu sunyi, sastra itu bodoh, sains lumpuh, pemikiran dan spekulasi terhenti. Buku adalah mesin perubahan, jendela dunia, mercusuar yang didirikan di lautan waktu”. ( Barbara W. Tuchman)

” Aku rela dipenjara bersama buku karena dengan buku, aku bebas “. ( Moh. Hatta)

Dengan tema Hari Buku Nasional tahun ini, mari kita tumbuhkan minat baca pada generasi kita dengan menjadikan buku sebagai jembatan ilmu untuk menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata. Menjadikan buku sebagai bagian terpenting bagi mereka yang belajar membaca untuk membangun pengetahuan dan keterampilan.

Selamat Hari Buku Nasional, 17 Mei 2021. Membaca satu buku akan muncul ribuan harapan-harapan indah.

Watansoppeng, 17 Mei 2021

(Visited 37 times, 1 visits today)
7 thoughts on “Dengan Buku Aku Ingin Terbang”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *