Kegiatan Perjusami

Delapan tahun silam. Saat duduk dibangku SLTA, saya banyak menghabiskan waktu dengan ikut berbagai kegiatan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter. Proses belajar untuk melatih kepekaan sosial, kerjasama, solidaritas, kepemimpinan, kemandirian, keberanian dan membangun kecerdasan secara emosional dan spiritual.

Imut kata orang, lugu dan tak banyak neka-neko kala itu, berbicara sewajarnya, tidak banyak pusing dan selalu bersikap bodoh amat untuk hal-hal yang tidak membaikkan. Echg dan kata orang katanya saya terlalu serius.. Ahh entahlah, hehehe,. Itu saya jadikan masukan untuk saya terus memerbaiki diri hingga saat ini.

Dengan menjadi pembina Pramuka di salah satu pangkalan Latihan Gugus Depan Al-Fatah MTs Negeri 1 Lasusua. Saya banyak belajar tentang menjadi dewasa itu perlu tanggung jawab yang lebih besar, perlu terus memaksimalkan dan memperbaharui potensi diri.

Seyogyanya menjadi seorang guru pada peserta didik, harus mempersiapkan mental guna menghadapi siswa, penuhi harapan mereka dengan harapan yang membahagiakan, jadilah layaknya orang tua, hindari sikap tegang sehingga harus lahirkan sikap humor karena sejatinya guru adalah pekerjaan mulia, yang menuntut kita harus banyak belajar pada diri kita sendiri sebelum belajar dan mengajarkan kepada orang lain.

Berbekal pengalaman mengikuti kegiatan Kepramukaan, saya dapat panggilan untuk menjadi pembina Pramuka dari satu sekolah kesekolah lain. Sehingga benar-benar waktu itu banyak mempersibuk diri dengan melatih banyak kecakapan, tanpa mikir panjang pokoknya Bismillah. yang seru adalah Ketika berhadapan dengan anak SD, masyaAllah sungguh suatu kebahagian dan kesedihan. Bahagia karena selalu bermain dan tertawa lepas dengan mereka, sedangkan sedihnya adalah Ketika saat nongkrong dengan teman-teman lalu anak didik lewat di bonceng orang tua atau temannya, lalu mereka teriak Pak… Allahuakbar, mungkin berbeda saat yang disapa adalah orang yang sudah berkeluarga. Saya masih anak muda kala itu, bayangkan semua teman-teman nongkrong membully dengan memanggil Pak Akbar.. heheh tapi saya menikmati itu dan emang menjadi pendidik di usia muda juga memiliki tantangannya tersendiri.

Saat ini, peserta didik yang dahulunya siswa tersebut, telah tumbuh menjadi pemuda pemudi hebat dengan segudang prestasi membanggakan. Mereka telah tumbuh menjadi idola banyak orang dan pastinya menjadi kebanggan bagi dirinya sendiri, keluarganya terlebih kebanggan bagi saya yang pernah sedikit memberi andil dalam proses pembentukan karakternya.

Teruslah meninggi, menjulang dan lahirkan tunas-tunas muda dengan pembaharuan. Kita semua memiliki potensi dan kemampuan berbeda untuk menjadi pribadi yang baik dan berhasil, kita semua memiliki peluang dan kesempatan untuk melahirkan pembaharuan untuk perubahan dalam kehidupan.

Teruslah bergerak dan menggerakkan, dengan keilmuan dan adab yang memesona. Hadirlah sebagai sosok yang menggembirakan dan dirindukan banyak orang, hingga saatnya nanti sejarah akan mencatat segala perbuatan baik dan amal baik yang pernah kita lakukan. dan satu hal yang perlu “Tinggikan Adab Diatas Ilmu”.

(Visited 90 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.