Aku Telah Melamar Seluruh Dirimu
Hujan menakwilkan rindu kepada Maret yang basah
Seribu kata-kata bagai jarum jam
Menyulam jarak yang menganga
Dari kota kesedihanmu ke jalan kepulanganku
Aku menghitung tanggal yang gugur satu-satu
Meramal hari pertemuan
Di sela kata-kata, aku menelusuri aroma namamu
Yang tinggal jejak menuju kesunyian baru
Maret segera menjadi masa lalu
Menjelma April yang dipenuhi labirin pertanyaan
Almanak dipenuhi angka merah
Untuk perayaan kesedihan dan kebahagiaan kita
Di bawah geletar sunyi
Kata-kataku gemetar
Menukil sebuah firman
Tentang kesetiaan, juga kepergian
Itulah sebabnya, aku telah melamar seluruh dirimu
Kubiarkan rahasia waktu menjalar di dalam amsal ini
Sampai abadi sampai gugur usia
Sebelum berangkat bersama mengheningkan cinta
Di altar terakhir
Dan nama kita memijar bersama langit
Menjadi kerahasiaan semesta
Kendari, 18 Maret 2021
