Aku Telah Melamar Seluruh Dirimu

Hujan menakwilkan rindu kepada Maret yang basah
Seribu kata-kata bagai jarum jam
Menyulam jarak yang menganga
Dari kota kesedihanmu ke jalan kepulanganku

Aku menghitung tanggal yang gugur satu-satu
Meramal hari pertemuan
Di sela kata-kata, aku menelusuri aroma namamu
Yang tinggal jejak menuju kesunyian baru

Maret segera menjadi masa lalu
Menjelma April yang dipenuhi labirin pertanyaan
Almanak dipenuhi angka merah
Untuk perayaan kesedihan dan kebahagiaan kita

Di bawah geletar sunyi
Kata-kataku gemetar
Menukil sebuah firman
Tentang kesetiaan, juga kepergian

Itulah sebabnya, aku telah melamar seluruh dirimu

Kubiarkan rahasia waktu menjalar di dalam amsal ini
Sampai abadi sampai gugur usia
Sebelum berangkat bersama mengheningkan cinta
Di altar terakhir
Dan nama kita memijar bersama langit
Menjadi kerahasiaan semesta

Kendari, 18 Maret 2021

(Visited 91 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Syaifuddin Gani

Syaifuddin Gani adalah penulis puisi, esai, dan penelitian sastra. Sejak tahun 1998 bergabung dengan Teater Sendiri, sebuah komunitas yang berkhidmat di dunia sastra dan teater. Tahun 2016 mendirikan dan mengelola Pustaka Kabanti, sebuah komunitas penulis. Ia juga mendirikan Penerbit Pustaka Kabanti dan mengelola Blog Pustaka Kabanti. Sejak 2006 menjadi pegawai Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara. Puisi-puisinya tersebar di berbagai buku, majalah, dan media digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.