#penguasaancinta #themasteryoflove

Sesungguhnya kita adalah cinta murni; kita adalah kehidupan. Sesungguhnya diri kita tidak ada hubungannya dengan mimpi, tetapi ribuan suara yang ada di dalam pikiran membuat kita melihat diri yang sebenarnya. ketika Anda melihat mimpi dari perspektif ini, dan jika Anda memiliki kesadaran siapa diri anda; Anda akan bisa melihat perilaku omong kosong manusia, dan itu akan menjadi hal yang lucu bagi kita.

Atas apa yang orang lain lakukan hanyalah sebuah drama besar, bagi Anda itu bisa menjadi sebuah komedi. Anda dapat melihat manusia menderita atas sesuatu yang tidak penting, yang bahkan tidak nyata. Tapi kita tidak punya pilihan. Kita dilahirkan dalam masyarakat ini, kita tumbuh dalam masyarakat ini, dan kita belajar untuk menjadi seperti orang lain, bermain omong kosong sepanjang waktu, bersaing hanya dengan omong kosong.

Bayangkan bahwa Anda bisa mengunjungi planet di mana setiap orang memiliki jenis pikiran emosional yang berbeda. Cara mereka berhubungan satu sama lain selalu dalam kebahagiaan, selalu penuh cinta, selalu dalam kedamaian.

Sekarang bayangkan bahwa suatu hari Anda terjaga di planet ini, dan Anda tidak lagi mempunyai luka emosional di dalam tubuh anda. Anda tidak lagi merasa takut untuk menjadi diri Anda. Apa pun yang orang lain katakan tentang diri Anda, apa pun yang orang lain lakukan, Anda tidak tersinggung, dan tidak sakit hati lagi.

Anda tidak perlu lagi melindungi diri. Anda tidak takut lagi untuk mencintai, untuk berbagi, untuk membuka hati . Tetapi tidak ada orang lain seperti Anda. Bagaimana Anda bisa berhubungan dengan orang-orang yang terluka secara emosional dan sakit dengan penuh rasa ketakutan?

Ketika manusia terlahir, emosional pikiran, emosional tubuh, seutuhnya masih  sehat. Ketika berusia tiga atau empat tahun, luka pertama mulai muncul dalam emosional tubuh dan mulai terinfeksi oleh racun emosional.

Tetapi jika Anda perhatikan anak-anak ketika usia dua atau tiga tahun, lihat bagaimana mereka berperilaku, mereka hanya bermain setiap waktu. Anda melihat mereka tertawa setiap waktu. Imajinasinya sangat hebat, dan cara mereka bermimpi adalah sebuah petualangan untuk bereksplorasi. Ketika ada sesuatu yang salah mereka segera bereaksi dan membela dirinya, dan kemudian mereka hanya mengabaikannya dan mengalihkan perhatiannya pada apa yg sedang dilakukannya, yaitu untuk bermain kembali, untuk bereksplorasi dan bersenang-senang kembali.

Mereka hidup hanya pada saat ini saja. Mereka tidak malu dengan apa yg telah terjadi; mereka tidak khawatir dengan masa depan. Anak kecil mengungkapkan apa yang mereka rasakan dan mereka tidak merasa takut untuk mencintai.

Saat paling bahagia dalam hidup kita adalah ketika kita bermain layaknya seperti anak-anak, ketika kita bernyanyi dan menari, ketika kita menjelajahi dan menciptakan kesenangan. Sangatlah menyenangkan ketika kita berperilaku seperti seorang anak kecil sebab ini adalah pikiran normal manusia, suatu kecenderungan bagi manusia normal. Seperti anak-anak, kita polos dan lugu sangatlah wajar bagi kita untuk mengungkapkan cinta. Tetapi apa yang terjadi kepada kita? Apa yang terjadi pada dunia?

Apa yang terjadi ketika kita masih anak-anak? Orang dewasa di sekitar kita sudah memiliki penyakit mental dan penyakit mental itu sangat menular. Bagaimana mereka menularkannya kepada kita? Mereka “MENARIK PERHATIAN KITA” dan mereka mengajarkan kepada kita untuk menjadi seperti mereka.

Begitulah caranya bagaimana kita menularkan penyakit mental ini kepada anak-anak kita, begitulah bagaimana orang tua kita, guru kita, saudara kandung kita, seluruh masyarakat berpenyakit mental menginfeksi kita dengan penyakit itu. Mereka menarik perhatian kita dan menyampaikan informasi ke dalam pikiran kita melalui pengulangan. Begitulah cara kita belajar. Bergitulah cara kita memprogram pikiran manusia.

Don Miguel Ruiz, “The Mastery of Love

Masalahnya adalah program, informasi yang telah kita simpan di dalam pikiran kita. Dengan menarik perhatian, kita mengajarkan bahasa kepada anak-anak, bagaimana cara membaca, bagaimana berperilaku, bagaimana untuk bermimpi. kita menundukkan manusia dengan cara yang sama kita menjinakkan anjing atau hewan lainnya: dengan hukuman dan ganjaran. Hal ini normal. Apa yang kita sebut pendidikan tidak lain adalah domestikasi/penundukkan  manusia.

Kita takut dihukum, tetapi kemudian kita pun takut untuk tidak mendapatkan ganjaran, hanya untuk menjadi seorang anak baik bagi ibu dan bapak, saudara kandung atau guru, Kebutuhan untuk merasa DITERIMA mulai muncul. Sebelumnya, kita tidak peduli kita diterima atau tidak. Pendapat orang lain tidaklah begitu penting. Mereka tidak begitu penting sebab kita hanya ingin bermain dan  menikmati hidup hanya disaat ini.

Ketakutan untuk tidak mendapatkan ganjaran menjadi ketakutan atas penolakan. Takut tidak cukup baik untuk orang lain yang membuat kita mencoba untuk berubah, begitulah cara kita menciptakan kepribadian. Kemudian kita mencoba menunjukkan citra tersebut sesuai dengan apa yang mereka inginkan, hanya untuk merasa diterima, hanya untuk mendapatkan ganjaran. Kita belajar berpura-pura menjadi yang bukan diri kita, dan kita berlatih berusaha menjadi orang lain, hanya untuk menjadi cukup baik untuk Ibu, untuk ayah, untuk guru, untuk agama, untuk apa pun. Kita berlatih dan berlatih, dan kita menguasai bagaimana menjadi yang bukan diri kita.

Segera kita lupa siapa sesungguhnya diri kita dan kita mulai menghidupkan kepribadian baru itu. Kita menciptakan bukan hanya satu kepribadian saja, tetapi beberapa kepribadian yang berbeda sesuai dengan kelompok orang yang berbeda di mana kita bergabung bersamanya. Kita menciptakan sebuah kepribadian di rumah, sebuah kepribadian di sekolah, dan ketika kita tumbuh dewasa kita menciptakan lebih banyak lagi kepribadian.

Bersambung

(Visited 22 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Abah Iyan

Sosiopreneur, Writerpreneur & Book Publisher

One thought on “Pikiran yang Terluka #4”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.