Sahabat adalah hartaku yang paling berharga (Taufan Prakoso).
Sahabat itu bagaikan tembok. Terkadang kita bersandar pada mereka, dan terkadang nyaman hanya dengan mengetahui bahwa mereka ada.

Sahabat yang baik tidak akan melukai dan tetap akan menyayangi, melindungi dan menghiasi hati sepanjang waktu . Hanya sahabat sejati yang dapat melihat rasa sayang dibalik candaan dan ejekan dari sahabat lainnya

Seperti yang ditulis Euripedes, sahabat menunjukkan cintanya disaat ada masalah bukan saat yang bahagia.
Pada diri temanku aku menemukan diriku yang lain (Isabel norton)

Bunga mawar dapat menjadi tamanku dan seorang sahabat bisa menjadi duniaku. Ketika bungaku layu seorang sahabat bisa menjadi duniaku

Mencari teman tidak susah, yang susah mencari sahabat, lebih susah lagi mencari sahabat sejati. Berikut catatan pembenarnya.

Mencari teman tidak susah, karena selama bisa menghadirkan kesenangan, selama itu banyak teman datang. Mencari sahabat susah, karena langka orang mau tulus menyelami jiwa yang sedang merana. Lebih susah mencari sahabat sejati, karena sudah hampir punah orang yang selalu ikhlas menyiapkan ruang dalam jiwanya untuk bersandar dan berbagi.

Susah langkah, hampir punah, bukan berarti tidak ada. Temukanlah sahabat sejatinya, lalu peliharalah dengan selalu menjadi bagian dari senyum bahagianya, dan memagari jiwanya dari sampah pikiran.

Untuk sahabat sejatiku biarkan kata saling hadir dalam setiap hubungan suatu saat akan terlihat betapa indahnya kebersamaan itu.

(Visited 109 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Rosmawati

Saya Rosmawati — bekerja di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara, mengajar di Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara, dan aktif di komunitas Bengkel Narasi serta Pena Anak Indonesia (PAI). Tiga peran itu berjalan bersamaan, dan saya menjalaninya dengan sadar. Di perpustakaan, saya dekat dengan buku dan dengan orang-orang yang datang mencari sesuatu — entah itu pengetahuan, ketenangan, atau sekadar tempat duduk yang tenang. Di ruang kuliah, saya belajar lagi setiap kali mahasiswa mengajukan pertanyaan yang tak pernah saya duga. Di komunitas, saya menemukan alasan yang paling sederhana mengapa literasi itu penting: karena ada anak-anak yang ingin bercerita, tapi belum punya kata-katanya. Saya menulis di Bengkel Narasi. Kadang soal hal-hal besar, kadang soal yang kecil saja — tapi selalu dari apa yang sungguh saya lihat dan rasakan. Kalau Anda ingin mengobrol soal literasi, pendidikan, atau dunia menulis — mari. 📍 Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara ✍️ bengkelnarasi.com 📚 Perpustakaan Daerah Kab. Kolaka Utara 🎓 Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara

One thought on “Arti Sahabat”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.