Oleh : Sainal Adi

Di sebuah desa kecil dan dari keluarga tidak mampu, telah lahir seorang anak. Sebut saja namanya Aryo. Pada awal kelahirannya termasuk normal. Saat ini umur Aryo sudah mencapai 39 tahun. Namun, entah kenapa di usia remajanya tiba-tiba dapat cobaan sakit dari segi cara berjalan, kondisi perkembangan tubuh Aryo berbeda dari anak sebayanya.
Sudah berbagai cara dilakukan orang tua Aryo demi kesembuhan Aryo, namun semuanya nihil. Seiring bertambahnya usia Aryo, penyakit itu semakin parah.
Di balik sakitnya, Aryo masih mampu menyelesaikan pendidikan sampai SMA. Karena faktor ekonomi dan sakit yang diderita, Aryo tidak mampu melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.
Di usianya yang sekarang, Aryo tidak mampu lagi berdiri. Bahkan, berjalan sekali pun tidak bisa. Entah kenapa hampir semua anggota tubuhnya mengecil. Otot paha dan betisnya seperti mengalami kram sehingga kaki Aryo tidak bisa luruskan.
Namun, di balik penderitaan dan sakit yang dialaminya, ada secercah harapan untuk melanjutkan pengobatan dengan adanya bantuan dari lembaga kemanusiaan. Sebut saja TA BKKS, sebuah organisasi kemanusiaan di kampungnya. Melalui campaign donasi, terkumpul dana pengobatan untuk Aryo.
Awalnya, Aryo di bawah berobat ke salah satu klinik di Makassar, klinik ahli saraf. Di situ Aryo diperiksa oleh dokter. Namun, kelainan pada saraf tidak ditemukan. Dokter pun penasaran dengan penyakit Aryo.
Aryo menceritakan semua apa yang dialami masa kecilnya sebelum sakit menyerang anggota tubuhnya. Aryo menceritakan sewaktu kecilnya masih sempat jalan kaki ke sekolah sampai ia tamat sekolah. Bahkan, pernah naik sepeda. Namun, dokter pesimis dengan sakit yang Aryo alami. Tetapi dokter itu baik sekali, ia memberi semangat kepada Aryo, “Tidak ada yang tak mungkin kalau Allah berkehendak sembuh pasti sembuh, yang penting doa dan usaha”.
Sayangnya, perjalanan dari tempat Aryo ke Makassar sangat jauh. Terpaksa pengobatan Aryo dilanjutkan di RS kota Aryo. Sekitar empat bulan Aryo berobat di poli saraf dan fisioterapi, namun hasilnya nihil.
Aryo mencoba sabar dan ikhlas menerima kenyataan yang menimpa dirinya, rasa bersalah muncul di hati Aryo terhadap orang-orang yang membantu pengobatannya selama ini. Namun, dia selalu berucap syukur dipertemukan dengan orang-orang baik yang membantunya selama ini.
Terima kasih yang tak terhingga kepada orang-orang baik yang memiliki jiwa sosial tinggi dan kepedulian terhadap sesama dengan memberi motivasi kepada Aryo. Yang penting sudah berikhtiar, kita serahkan semuanya kepada Allah Swt.
Akhir cerita, semoga Aryo mampu melewati berbagai cobaan yang ia alami.

Watansoppeng, September 2021

(Visited 53 times, 1 visits today)
One thought on “Kisah Pilu dan Penyakit Aneh”
  1. Ketika Allah telah berkehendak untuk jadi
    maka terjadilah.
    وَإِذَا قَضَى أَمْراً فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ
    “Apabila Dia hendak Menetapkan sesuatu, Dia hanya Berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka terjadilah sesuatu itu.” (QS.al-Baqarah:117).
    Kekuasaan dan kemampuan Allah meliputi segala sesuatu dan segala sesuatu akan terjadi dengan kehendak-Nya.
    Ketahuilah bahwa seseorang yang hanya bersandar kpd Allah tidak menyimpan kata mustahil dalam kamus hidupnya.
    Tidak ada sesuatu yang mustahil. Semua akan terjadi dengan kehendak-Nya.
    Maka dekatkan diri hanya kepada Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.