Rumah Sakit Dadi di Jalan Lanto Dg. Pasewang, Makassar adalah sebuah Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Sulawesi Selatan, karena dulu khusus untuk penderita penyakit jiwa. Namun sekarang, RSKD Dadi juga menerima pasien umum lainnya yang menderita sakit secara fisik. Di Rumah Sakit ini juga ada Stroke Centre yang merupakan pusat rujukan pasien Stroke se- Indonesia Timur. Di sebelah kiri bangunan Rumah Sakit, juga ada Rumah Sakit Gigi dan Mulut yang juga milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Pada suatu sore, saya ke RS Dadi, untuk menjemput istri yang bertugas disitu, tepatnya di IGD (Instalasi Gawat Darurat). Dalam perjalanan menuju rumah sakit, saya sempat membeli koran Fajar, selain majalah Readersdigest yang selalu saya bawa. Tujuannya untuk mengisi waktu baca Koran atau majalah kalau istri belum bisa pulang kalau ada pasien gawat.
Singkat cerita, diruang tunggu saya membaca Readersdigest sementara koran saya letakkan disamping, sambil menunggu istri yang masih bertugas. Tiba tiba seorang pemuda yang saya perkirakan keluarga pasien datang duduk disamping saya dan minta izin pinjam koran. Mungkin dia suntuk menunggui keluarganya yang sedang dirawat dan tak ada bahan bacaan sama sekali. Setelah membaca sekilas, si pemuda membuka percakapan dengan saya. Awalnya dia berbicara tentang PSM yang pada waktu itu sering kalah saat bertanding. Saya menanggapi seadanya saja, pertama, karena saya memang kurang memperhatikan dunia persepakbolaan nasional, kedua, saya masih asyik membaca Readersdigest. Ketika saya berhenti membaca, kami kemudian bisa sedikit berdiskusi, mulai dari terpilihanya Obama sebagai presiden AS waktu itu, kurs rupiah, musim dingin dinegara Eropa, sampai tentang pejabat yang korupsi. Dalam hati saya berkata, “wah cerdas juga ini anak, berpengetahuan luas, meski penampilannya kurang rapi alias rantasa (istilah Makassar)”. Tapi namanya anak muda, seringkali kurang memperhatikan penampilan.
Karena asyik berdiskusi dengan pemuda tersebut, tak terasa waktu berlalu. Istriku pun selesai bertugas dan kami siap siap pulang. Tiba tiba istriku berbicara kepada pemuda tersebut dengan nada seperti perintah, “Hey, pulang sana ketempatmu, nanti dicari sama suster”. Meski sedikit enggan, si pemuda yang saya tidak sempat tanya siapa namanya, bangkit dan berkata dengan logat Makassar, “suster ka, baru ki cerita cerita, nasurumaki seng pulang ketempatta”. Kepada saya, istriku bilang, “dia itu pasien jiwa!!!” hahahahhahahahh
Selamat Memperingati HARI KESEHATAN MENTAL SEDUNIA, 10 Oktober 2021


