Satu peluru hanya dapat menembus satu kepala, namun satu tulisan dapat menembus ribuan bahkan jutaan kepala

Sayyid Quthb

Buku yang ada di tangan pembaca ini adalah mozaik yang menghimpun tulisan anak-anak sekolah menengah pertama di Soppeng.  Mereka tergabung dalam komunitas Pena Anak Indonesia (PAI) yang diasuh langsung oleh para pegiat literasi di komunitas Bengkel Narasi.

Seperti halnya Bengkel Narasi yang baru terbentuk delapan bulan yang lalu, PAI pun lebih muda lagi, baru terbentuk empat bulan yang lalu. Namun, kedua komunitas “kakak-adik” ini sudah berhasil mencuri perhatian publik, khususnya di kalangan pegiat literasi.

Dari lima belas judul buku yang telah terbit dari rahim Bengkel Narasi, buku “Pena Anak Indonesia untuk Bumi Latemmamala” hadir sebagai benang halus penyambung antar generasi penulis.

Sumber : iyan

Embrio-embrio penulis hebat sedang tumbuh di rahim PAI, khususnya dalam asuhan Bunda Gusnawati di Soppeng, Sulawesi Selatan.

Selalu ada terobosan dan kreativitas yang lahir di Bumi Latemmamala atau Kota Kalong ini. Terharu, buku ini menjadi kado akhir tahun terindah bagi kami di Komunitas Bengkel Narasi.

Kita sudah sangat tahu bahwa kegiatan menulis sebenarnya sudah diajarkan sejak usia wajib belajar (sekolah).

Hanya saja, tidak semua orang ingin menjadi penulis profesional. Menulis hanya dianggap sebagai tuntutan tugas atau kewajiban semata.

Hakikatnya, hidup adalah serba kemungkinan. Perihal kepastian hanya milik Allah Swt. Namun, ada yang bisa kita pastikan dalam hidup ini: masa depan pasti milik gererasi muda.

Karena itu, anak-anak kita, siswa-siswi sekolah harus difasilitasi untuk menggali semua potensi yang dimiliki agar bisa muncul ke permukaan sebagai calon orang-orang besar.

Dari Bumi Latemmamala, PAI telah melahirkan karya terbaiknya. Dirangkai indah dari delapan puluh tulisan anak-anak hebat, mereka mampu berkarya di waktu luang sekolah daring dan masa pandemi COVID-19.

Sementara, anak-anak seumuran mereka terlanjur asyik bermain online game dan terpaku pada media sosial.

Disadari atau tidak, misi pembentukan anak-anak hebat tidak cukup dengan menyerahkan mereka ke institusi pendidikan. Semua elemen masyarakat harus bergerak untuk mempersiapkan generasi muda yang hebat, tangguh, dan visioner dalam membangun daerah dan bangsanya.

Dari embrio penulis muda di Bumi Latemmamala,  kita akan memantik anak-anak muda di seluruh Nusantara untuk menulis dan membuka gerbang literasi dunia.

Lihatlah cita-cita mereka yang tertulis pada bagian akhir buku ini. Tanggung jawab kita bersama untuk membantu mewujudkannya. Karena jika bukan mereka, siapa lagi yang akan meneruskan tongkat estafet kejayaan bangsa?

Selamat menikmati “hidangan” literasi dari Soppeng, sebuah titik kecil di peta Indonesia. Dari lilin-lilin kecil literasi ini, yakinlah  cahayanya akan terus meraksasa menjadi matahari yang menerangi semesta literasi. []


Salam literasi,
Maju terus pena anak Indonesia (PAI).
Makassar, akhir tahun 2021.

Koleksi BN


Sudirman Muhammadiyah
(Bengkel Narasi).

Sejak dahulu kala, jalan para penulis besar adalah jalan air mata. Namun, setiap penulis akan selalu menemukan alasan untuk berbahagia dengan cara uniknya sendiri

psikologikata
(Visited 134 times, 1 visits today)

By Sudirman Muhammadiyah

Dosen, peneliti, penulis, penggiat media sosial, HARTA, TAHTA, BUKU

3 thoughts on “SEKADAR MENDAHULUI (Suatu Pengantar buku Pena Anak Indonesia untuk Bumi Latemmamala)”
  1. Terima kasih. Luar biasa sambutannya. Ini adalah pemantik untuk anak-anak negeri untuk selalu berkarya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: