Oleh : Gusnawati Lukman

Kalau ada yang bertanya padaku, “ Siapakah yang paling cantik dari Miss Universe, Ratu Kecantikan Sejagat Raya?” Tentu dengan lantang aku akan menjawab ,” Ibuku, ibuku, ibuku.” Iya dong, Ibuku adalah orang yang kecantikannya tak tertandingi. Kecantikan alami yang dimilikinya terpancar dari wajah lelahnya yang tanpa polesan kosmetik mahal tetap tersenyum manis memandangi buah hatinya tercinta. 

Ibuku tidak mengenal Spa, perawatan mahal di salon-salon kecantikan. Tidak pakai bedak anti sinar matahari, acne lotion, bedak pemutih, karena ibuku siap terbakar di bawah teriknya sinar matahari untuk kami anak-anaknya. Bidadari yang tidak kelihatan sayapnya itu adalah ibu.

Ibuku, walau hidup serba kekurangan, namun tetap berlapang dada menerima semuanya. Tidak pernah berkeluh kesah karena keadaan yang tidak sesuai dengan harapannya. Ibuku, wakil Tuhanku di Muka bumi.

Setiap kali memandang wajahnya, ingin rasanya mengecupnya mesra, agar sebagian bebannya tidak dirasakannya. Ingin rasanya bergelayut manja di bahunya yang kokoh, meleburkan rasa. 

Ibuku sayang, kasih yang engkau berikan seperti udara. Takkan habis ditelan masa. Kasih Ibu sepanjang masa. Mungkin kami anak-anakmu tidak mampu membalas semuanya. Hatimu begitu sempurna.  Ibu, ajari aku bagaimana menjadi orang yang selalu ikhlas dan tersenyum walaupun beban hidup selalu menghimpit. Ajari aku menerima semua kenyataan hidup yang kadang menyakitkan. 

Kasih ibu seperti oase di padang luas nan gersang. Begitu teduh. Tak terhitung banyaknya nyanyian yang engkau alunkan sebagai pengantar tidur kami anak-anakmu. Pelukan ibu adalah pelukan kedamaian, pelukan terhangat dan ternyaman. 

Terima kasih Tuhan, telah menitipkanku kepada malaikatmu yang kusebut ibu.

( Kado Telat Hari Ibu)

Watansoppeng, 7 Desember 2022

Sumber Inspirasi :

#Ruslan Ismail Mage Quotes’

(Visited 48 times, 1 visits today)
2 thoughts on “Ibuku Lebih Cantik dari Miss Universe”
  1. Malam Jumat ini,kembali Emak menjengukku yang sedang berjuang melawan sakit.
    Ia tersenyum lembut, seakan-akani ngin menghiburku.
    Jangan pernah menyerah!
    “Ikut Mak,ikuuuuut!” teriakku mengawang langit, ketika sosoknya memudar dan menghilang perlahan.
    Aku pun terbangun dengan peluh membasah sekujur tubuhku.
    Duha, mimpi yang indah kurasa….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.