Bagi pencinta tanaman khususnya aglonema, kurang berkelas rasanya jika tak mengenal secara detail siapa itu Greg Hambali.
Seperti yang dikutip pada Merdeka.com, Greg Hambali telah mendedikasikan 30 tahun dari hidupnya untuk terus bereksperimen dengan beragam varietas tanaman hias. Salah satu yang menjadi fokus utamanya sejak dulu adalah tanaman hias berjenis aglounema.
Dari kanal YouTube Trubus Channel, Greg menceritrakan awal mula ia jatuh cinta dengan tanaman hias Aglonema. Awal mula Greg meneliti aglonema pada akhir 1982. Ketika itu ia masih bekerja di LIPI. “Saat itu saya menjadi juri tanaman hias di Ancol, ” kenangnya. Karena cintanya pada tanaman, dia sudah mempunyai feeling, jika mengembangkan aglaonema tentu akan menjadi tanaman yang punya daya tarik luar biasa. Dia bilang, saat bertemu pertama dengan aglonema, keindahannya sudah terpancar.
Sejak itu Greg mulai memelihara dan mengembangkan aglaonema. “Saya dikasih teman saat itu” ucapnya. Untuk menyilangkan aglaonema, Greg harus menunggu sampai aglaonemanya itu beranak. Nah, aglonema silangan pertama Greg itu baru muncul pada 1986 dan 1987. Hasil karya pertama itu dia beri nama Pride of Sumatera.
Penyilangan pertama ini ternyata menarik minat pasar. Buktinya, harga per lembar daun Pride of Sumatera sempat mencapai Rp 300.000. Harga yang mahal memang sebanding dengan kerja kerasnya. Butuh proses yang rumit untuk menghasilkan Pride of Sumatera. Untuk menghasilkan satu silangan baru, dia harus membuat indukan. Untuk itu semua, butuh waktu riset minimal tiga tahun. Meski idealnya hingga lima tahun. “Itu baru menjadi sebuah tanaman yang menarik” terangnya.

Satu hal yang kini jadi penyesalan Greg, dia tidak memperbanyak hasil karya silangannya itu. “Ada seorang penangkar dari Thailand yang memperbanyak sampai 500.000 pot jenis Pride of Sumatera, ” ceritanya. Jelas Greg tidak mendapat keuntungan dari penjualan aglonema ini. Padahal jika tanaman ini dijual dengan harga Rp 20.000 per pot saja, bisa menghasilkan Rp 10 miliar. Greg mengakui, pengembangan tanaman hias di Indonesia terkendala oleh sempitnya lahan dan keamanan.
Selamat dan sukses buat bapak Greg Hambali untuk sekian kali menyilangkan aglonema dan melahirkan untuk sekian kalinya untuk kita nikmati tanaman hias aglonema dari tahun 1985 awal mula aglonema Dona Carmen rilis dan tahun 1993 aglonema Pride of Sumatra rilis sekarang naik daun lagi. Masih banyak lagi sampai skrg tahun 2020 aglonema Golden Hope rilis tembus 150 juta,dan yg terbaru tahun ini 2021 aglonema Minion telah rilis karya bapak Gregory Gernady Hambali.
