Cappadocia, Turki mendadak viral di Indonesia. Pasalnya, kawasan satu ini disebut-sebut dalam serial “Layangan Putus” yang tengah jadi perbincangan hangat di media sosial.

Serial yang diadaptasi dari pengalaman pribadi seorang penulis bernama Mommy ASF ini memang sempat menyebut Cappadocia sebagai salah satu tempat impian yang ingin dikunjungi oleh Kinan, si pemeran utama, bersama Aris suaminya.

Namun, pada episode ke-7, sang suami yang diperankan oleh Reza Rahadian malah pergi ke Cappadocia bersama selingkuhannya, Lydia yang diperankan oleh Anya Geraldine.

Mengetahui hal tersebut, Kinan, yang dibintangi oleh Putri Marino begitu marah dan kecewa. Ia melampiaskan perasaannya tersebut pada suaminya, hingga sempat berkata, “Terus, kamu bawa dia ke Cappadocia? It’s my dream, not her! My dream, Mas!”

Anyway, berbicara tentang mimpi pribadi, kita bisa mengambil pelajaran dari Kinan. Bagaimana seharusnya? Di sini, kita akan belajar tentang menguasai mimpi.

Pada dasarnya, setiap hubungan dalam hidup kita bisa dikendalikan. Setiap hubungan bisa menjadi begitu indah. Tetapi, itu semua harus dimulai dari diri kita.

Kita harus memiliki keberanian untuk menggunakan kebenaran, untuk berbicara JUJUR kepada diri kita sendiri dengan kebenaran, harus benar-benar jujur dengan diri sendiri. Mungkin kita tidak harus jujur kepada seluruh dunia. Tetapi, setidaknya kita harus jujur kepada diri kita sendiri.

Mungkin kita tidak dapat mengendalikan apa yang akan terjadi di sekitar kita . Tetapi, setidaknya kita dapat mengendalikan REAKSI kita sendiri. Reaksi-reaksi kita akan menuntun kepada tujuan hidup, yaitu mimpi pribadi kita. Ini semua merupakan reaksi kita; apakah kita merasa tidak bahagia atau tidak.

Reaksi kita merupakan kunci untuk memiliki kehidupan yang lebih indah. Jika kita mampu belajar untuk mengendalikan reaksi sendiri, maka kita dapat mengubah rutinitas dan mengubah hidup kita.

Kita bertanggung jawab atas konsekuensi dari apa pun yang kita lakukan, pikirkan, katakan, dan rasakan. Mungkin sulit bagi kita untuk melihat tindakan apa yang membawa akibatnya: emosi apa, pikiran apa? Tetapi, kita dapat mengetahui akibatnya karena kita merasa menderita atau menikmati akibatnya.

Kita mengendalikan mimpi pribadi hidup dengan membuat PILIHAN. Kita harus bisa melihat jika kita suka atau tidak terhadap akibat dari pilihan kita. Jika kita menikmati akibatnya, tetap lakukan apa yang kita lakukan. Sempurna.

Tetapi, jika kita tidak menyukai apa yang terjadi dalam hidup, jika kita tidak menikmati impian hidup, cobalah untuk mencari tahu apa penyebabnya. Ini adalah cara untuk mengubah impian hidup kita.

Don Miguel Ruiz

Hidup adalah manifestasi dari mimpi pribadi kita. Jika kita mampu mengubah PROGRAM dari mimpi pribadi kita, maka kita bisa menjadi seorang penguasa mimpi.

Seorang Penguasa mimpi mampu menciptakan karya kehidupan yang indah. Tetapi, untuk menguasai mimpi merupakan tantangan yang sangat besar. Mengapa? karena manusia telah menjadi budak dari mimpi mereka sendiri.

Cara kita belajar untuk bermimpi adalah mempersiapkannya. Dengan seluruh keyakinan, segalanya akan menjadi mungkin, walaupun sulit untuk melepaskan diri dari mimpi ketakutan. Untuk bisa terbangun dari mimpi, kita harus menjadi seorang PENGUASA mimpi.

Kita harus memperhatikan reaksi diri sendiri; kita harus bekerja dengan diri sendiri setiap saat. Dibutuhkan banyak waktu dan keberanian. Sebegitu mudahnya kita menanggapinya secara pribadi dan bereaksi sesuai dengan kebiasaan kita dalam setiap reaksi. KEBIASAAN ini hanya akan menghasilkan lebih banyak kesalahan, lebih banyak penderitaan dan kesakitan. Mengapa? karena reaksi kita hanya menghasilkan lebih banyak racun emosional dan meningkatkan drama.

Jika kita mampu mengendalikan reaksi, kita akan mampu menemukan apa yang ingin kita saksikan. Berarti, kita telah memahami segala sesuatu sebagaimana mestinya.

Pikiran hanya menerima segala sesuatu seperti apa adanya. Tetapi, karena semua telah terprogram oleh semua keyakinan yang kita miliki, kita membuat interpretasi dari apa yang kita terima, apa yang kita dengar, dan terutama dari apa yang kita lihat.

Ada suatu perbedaan yang sangat besar bagaimana ketika kita melihatnya melalui mimpi dan melihat segala sesuatu tanpa penilaian. Perbedaannya terletak pada bagaimana secara emosional tubuh kita bereaksi terhadap apa yang kita terima.

Misalnya, jika kita berjalan di jalan dan bertemu seseorang yang tidak kita kenal mengatakan, “Kamu sangat bodoh” dan dia berjalan pergi. Kita bisa menanggapinya dan bereaksi dalam banyak cara. Kita bisa menerima apa yang orang tersebut katakan dan berpikir, “Ya, aku memang bodoh.” Kita bisa marah, atau merasa terhina, atau kita bisa mengabaikannya.

Faktanya orang itu sedang berurusan dengan racun emosionalnya sendiri. Dia mengatakan itu karena kita adalah orang pertama yang ada di depan matanya. Hal ini sesungguhnya tidak ada hubungannya dengan kita. Tidak ada hal yang pribadi di sana. Tetapi, jika kita bisa melihat kebenaran itu, terhadap kenyataan yang terjadi sesungguhnya, kita tidak akan bereaksi terhadap kejadian tersebut.

Kita bisa mengatakan, “Lihatlah, orang itu sangat menderita.” Tetapi, kita tidak menanggapinya secara pribadi. Kita memang memiliki EGO yang membuatnya kita bisa menanggapinya secara pribadi. Tetapi, kita tidak perlu terlalu cepat bereaksi. Kita tidak perlu bereaksi secara spontan dan menjadikannya sebagai bagian dari mimpi kita.

Reaksi kita berasal dari sebuah KEYAKINAN yang berada jauh di dalam diri kita. Cara bereaksi kita telah diulang-ulang ribuan kali, sudah menjadi kebiasaan kita, dan sudah kita kondisikan dalam situasi tertentu. Ini merupakan sebuah tantangan: untuk mengembalikan kepada reaksi normal kembali, mengubah semua kebiasaan kita, mengambil risiko, dan membuat pilihan yang berbeda. Jika akibatnya bukan seperti yang kita inginkan, ubahlah kembali sampai kita mendapatkan HASIL yang kita inginkan. [Bersambung]

(Visited 29 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Abah Iyan

Sosiopreneur, Writerpreneur & Book Publisher

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.