Sebenarnya hari ini, hanya ingin rebahan dirumah. Memberikan hak kepada tubuh yang beberapa hari lalu sempat lemah tak berdaya di RS Bahteramas Kendari.

Tapi apa boleh dikata, jam 10 pagi tadi, telpon hp ku berdering.
Kak Herul, nama kontak yang tersave di hp ku.
Pasti ada sesuatu nih gumamku.

Assalamualaikum kak.
Waalaikumussalam, dimana dek?
Pertanyaan seperti biasa yang selalu dilontarkan, saat telpon diangkat.

Dirumah kak. Jawabku
Saya sudah di Pengadilan daftarkan kuasa perkara, untuk sidang sebentar.

Kita berdua dengan Kak Mail dampingi.

Haduhhhh
Niat pengen rebahan, tapi tanggung jawab tidak bisa diindahkan.

Baik kak. Begitu jawabku.

Singkat padat dan jelas tanpa mikir bla bla bla. Segera pesan kuteruskan ke Nirwana Ilyas (rekan di LBH) untuk segera menuju PN.

Tidak selang beberapa lama. Baju Toga, buku catatan, BAS (berita acara sumpah) dan KTA. Sudah terpacking dengan rapi di dalam tas dan siap berangkat. Menuju PN yang kebetulan hanya berjarak 20meter dari rumah.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar melimpahkan rezeki kepadaku berupa rezeki yang halal, luas dan tanpa susah payah, tanpa memberatkan, tanpa membahayakan dan tanpa rasa lelah dalam memperolehnya. Sesunggunya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”
BISMILLAH

Yapp
Begitulah ceritaku pagi tadi.
Pelajaran pertama. Sebagai seorang advokat, terkadang tidak ada waktu untuk bersantai, 1×24 jam sebenarnya jam kerja. Update story seolah-olah lagi liburan, itu sebenarnya juga bagian dari proses kerja. Karena memikirkan masalah orang itu tidak akan pernah ada habisnya…

Hehehe tapi asyik dan mengasikkan.
Selalu ada galak tawa ditengah keseriusan saat keluar dari ruang sidang, ataukah saat menunggu giliran untuk sidang.

dan yang pasti, selalu hadir kebahagiaan-kebahagiaan yang tak terduga, dari teman, atau temannya teman. Hehehe
Kalau tidak percaya, nongkrong saja di PN. Pasti selalu ada-ada saja kebahagiaan yang datang.

Terlebih kalo Kak Aangk Suparman Sinniq , ngomong. Dek ada nih anu.
Kalau begitu ucapannya saya langsung tangkap.

Baik kak, siap. Nanti saya eksekusi.. Hehehe

Pelajaran kedua. Sebagai seorang advokat, berkatalah dengan jujur, dan tunjukkanlah rasa empati kepada setiap orang yang ditemui. Karena sejatinya mereka yang hadir di PN atau di PA, pasti dan selalu punya urusan yang mereka juga bingung untuk menghadapinya.

Pelajaran ketiga. Bangun subuh, banyak berdoa semoga Pemilik alam semesta bermurah hati. Memberikan dan memudahkan setiap urusan yang terencana.

Pelajaran keempat. Berbuat baiklah, gunakan profesi Advokat sebaik-baiknya. Untuk kebaikan yang membaikkan bagi para pencari keadilan.
“Qulil Haqqo Walau Kaana Murro’
“Katakanlah yang benar meskipun itu pahit.”

Pelajaran kelima, sebagai penutup tulisan hari ini.
“Lex nemini operatur iniquum, neminim facit injuriam” Hukum tidak memberikan ketidak adilan kepada siapapun, dan tidak melakukan kesalahan kepada siapapun.

Mereka yang dihukum adalah mereka yang bersalah, karena perbuatannya.

Hmm sekadar informasi.
Hari ini. Saya Pertamakali sidang menggunakan Toga.
Selamat aja buat diri sendiri. Semoga berikutnya bisa di MK. Hehehe ngarepppp

#AH

(Visited 68 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: