Sekali dalam 30 tahun, pemikiran manusia mengalami perubahan. Industri film menyebutnya trend, pengusaha menyebutnya fashion, pemimpin politik menyebutnya era, dan orang awam menyebutnya generasi.

Generasi inilah yang menjadi pembawa obor perubahan, mempromosikan pemikiran baru untuk peradaban. Untuk sebuah tekad meraih impian masa depan.

Harapan itu berada ditangan pemuda. Jalan panjang, terjal dan berliku akan dilalui dalam proses meraih impian tersebut.

Kami bersama, terus membangun itu di ruang-ruang terbuka, dimanapun itu, kami jadikan tempat untuk belajar.

Bukan tentang banyak atau sedikit jumlahnya. Tapi tentang kesungguhan dan keteguhan serta kesabaran, yang bertahan pasti akan berhasil.

Sebagai seorang dosen. Akan selalu banyak tantangan yang datang silih berganti. Hal tersebut dipengaruhi oleh lingkungan, terlebih era globalisasi yang semakin mengikis nilai adab setiap mahasiswa.

Saya merasa bahagia, setiap kali melakukan tatap muka, baik dengan daring maupun luring. Sebagai proses belajar dan sebagai cerminan diri bahwa saya pernah berada difase mereka.

Fase dimana proses pencarian jati diri, fase melawan ego, fase merubah kebiasaan, fase mendewasakan diri dan melapangkan hati.

Pasti selalu ada rasa kegagalan, itu pasti.

Tapi..

Kegagalan pertama kedua ketiga dan seterusnya menurutku adalah penjara.

Kegagalan sejatinya adalah keberuntungan. Guru yg baik. Karena hanya kegagalanlah yang menunjukkan siapa kita. Kegagalan akan mengambil resiko melakukan apapun.

Ketika seorang pria melakukan keberhasilan, itu akan menjadi berita utama. Namun ketika pria melakukan kegagalan, itu berarti sejarah.

Saat perjumpaan dengan mahasiswa, selalu kuingatkan tentang hal tersebut, untuk terus semangat, sabar dan ikhlas menjalani setiap proses perkuliahan.

Walaupun hanya sekadar selingan, tapi mereka ngangguk-ngangguk, tanda sepakat. Alhandulillah gumamku dalam hati

Kami juga selalu memilih tempat kuliah, yang bukan hanya sekadar diruang-ruang kuliah seperti biasanya. Banyak tempat dan setiap tempat selalu punya kesan tersendiri.

Yang pasti, kenyamanan itu sangat perlu dan penting untuk dihadirkan satu sama lain.

Mahasiswa senang, dosen bahagia. Hehehe

Begitulah kira-kira.

#AH

(Visited 30 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: