Oleh: Salawati Amin

Kau Jauh….
Tak dapat kulihat dengan mataku
Kau Jauh….
Tak dapat kugenggam dengan kedua tanganku
Kau Jauh…
Tak dapat kudekap dalam pelukanku
Hanya dapat kubenamkan dengan indah dalam jiwaku

Perlahan kulalui perjalanan ini
Dengan pandangan yang mulai buram
Bertahan,dengan segenap kekuatan yang ada
Sesekali terkulai, jatuh, lalu bangkit lagi

Waktu berlalu tanpa terasa
Hari berganti,bulan serta tahun berlalu begitu cepat
Semakin dekat perjalanan pada satu tujuan
Kini telah sampai pada satu titik
Titik persimpangan antara bahagia dan nestapa

Kucoba bangkit mengurai nestapa
Dengan kalimat dzikir seraya menghamba
Kepada Ilahi Rabbi kutujukan kalimat-kalimat indah
Berharap untaian doaku sampai pada belahan jiwa

Ya Rabbi
Sampaikan salam rinduku pada kekasih hati
Dalam doa kutitip pesan
Tenang dan damailah engkau di sana
Seperti tenang dan damainya engkau dalam sanubariku

Watansoppeng, 27 Maret 2022

(Visited 33 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.