Oleh: Sabrie Mustamin
Sebagai Ketua Bengkel Narasi Indonesia Kolaka Utara, Bunda Islamiati Baso Malluru tidak mau membuang waktu atau menyia-nyiakan kesempatan di saat sang inspirator Bang RIM menginjakkan kaki di Bumi Patampanua Kolaka Utara.
Pada hari pertama kedatangannya, Selasa, 24 Mei 2022, Bunda Is langsung memintanya memberi kelas inspirasi bertema, “21 Hukum Kesuksesan Sejati,” di SMP Negeri 1 Lasusua Kolaka Utara. Ratusan siswa antusias dan penuh semangat mengikuti sang inspirator memaparkan hukum-hukum kesuksesan dalam menjemput masa depan gilang gemilang.
Besoknya Rabu, 25 Mei 2022, adalah pelaksanaan seminar nasional sebagai agenda utama kedatangan Bapak Ruslan Ismail Mage. Ia bertindak sebagai pembicara tunggal atau narasumber utama dalam kegiatan seminar bertajuk,”Menjadi Guru Tangguh di Tengah Serbuan Imperialisme Digital,” yang diikuti lebih kurang 500 peserta.
Kegiatan ini berlangsung sangat sukses dan mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari semua pihak khususnya Rektor Institut Teknologi dan Sains (INTENS) Muhammadiyah Kolaka Utara, Bapak H. Muhammad Idrus Baso Malluru, S Sos., Msi.,.
Sebagai rasa syukur atas suksesnya acara seminar nasional yang sebagian besar panitianya adalah anggota komunitas Bengkel Narasi Kolaka Utara, kami mengadakan rekreasi melepas kepenatan setelah hampir sebulan mempersiapkan seminar berskala nasional ini.
Kami panitia menghibur jiwa, memanjakan mata di salah satu destinasi wisata yang ada di Kabupaten Kolaka Utara yaitu, “Danau biru” yang begitu eksotis. Kami menikmati jarak tempuh perjalanan kurang lebih 35 menit dari kota Lasusua.
Cuaca begitu sejuk menyelimuti perjalanan kami menyusuri jalan setapak yang diapit pohon-pohon dengan daun lebat melambai-lambai seakan berbisik mengucapkan selamat datang sang inspirator jiwa, penggerak hati kami di Bumi Patampanua.
Ombak pun seakan berlarian berkejaran di bibir pantai ditemani siulan burung-burung yang beterbangan rendah mengikuti irama alam yang sangat bersahabat menyambut kedatangan kami.
Dalam suasana yang penuh canda tawa dibalut dengan rasa kasih, Bang RIM sebagai sahabat, teman, guru, ayah dan saudara, berbaur bersama kami bagaikan saudara yang sudah lama saling mengenal dan memahami, walau sesungguhnya kami belum pernah berjumpa dengannya. Itulah dahsyatnya rumah jiwa di angkasa bernama Bengkel Narasi Indonesia Cabang Kolaka Utara.
Kami larut dalam kebersamaan, bahagia dalam kedamaian, dan bersyukur dalam kekuasaan Tuhan. Begitulah suasana hati kami di Danau Biru, sebiru hatiku membiaskan persaudaraan tanpa batas, tanpa syarat, sebagaimana ajaran Bang RIM. (Bersambung).

Masyaa Allah… Luar biasa tulisannya mewakili apa yg kami semua rasakan.. 🌺🌺🌺