Noam Chomsky adalah salah seorang tokoh intelektual yang terkenal di dunia. Tokoh linguistik asal Amerika Serikat ini, dikenal kritis dan berani saat mengkritik kebijakan-kebijakan di negaranya. Salah satu karya terbesarnya di bidang linguistik tentang tata bahasa generatif.
Sudirman Muhammadiyah
A. Tentang Avram Noam Chomsky
Seorang profesor linguistik dari Institut Teknologi Massachusetts.
Salah satu reputasi Chomsky di bidang linguistik terpahat lewat teorinya tentang tata bahasa generatif.
Kepakarannya di bidang linguistik ini mengantarkannya merambah ke studi politik.
Dalam uraian wikipedia menyebut bahwa selama lima dasawarsa ini, Chomsky menjalin kontrak secara langsung dengan lebih dari 60 penerbit di seluruh dunia dan menulis lebih dari 30 buku bertema politik.
Noam Chomsky banyak memberikan pemikiran tentang linguistik hingga diberi label Bapak Linguistik Modern.
Selama karirnya, Chomsky juga telah mengumpulkan banyak penghargaan akademis dan kemanusiaan, termasuk Penghargaan Kontribusi Ilmiah Terhormat dari American Psychological Association, Hadiah Kyoto dalam Ilmu Dasar dan masih banyak lainnya.
Ia merupakan salah satu intelektual yang berpengaruh pada akhir abad ke-20. Dia mendapatkan Hadiah Perdamaian Sean MacBride 2017 dari Biro Perdamaian Internasional.
B. Teori dan Pemikiran Noam Chomsky
Salah satu buku karya Noam Chomsky adalah buku dengan judul “Media Control – The Spectacular Achievement of Propaganda“.
Diawali dengan sistem media yang seolah membuat kita bertanya-tanya tentang sebenarnya bagaimana sih bentuk dunia dan lingkungan masyarakat yang kita inginkan dan demokasi seperti apa yang sebenarnya
Dalam bukunya, Chomsky melihat bahwa propaganda ini awalnya dipakai di Amerika Serikat oleh Woodrow Wilson, presiden Amerika Serikat saat itu, melalui media “Peace Without Victory”
“Peace Without Victory” yang didesain oleh presiden Amerika Serikat tersebut bertujuan untuk menyalakan semangat perang di tengah Perang Dunia I disaat masyarakat memiliki keinginan yang rendah untuk berperang bahkan tidak ingin terlibat peperangan.
Jadi propaganda yang digunakan Amerika Serikat saat itu dinamai “The Creel Commission” yang bahkan berhasil sukses dalam jangka waktu sebelum 6 bulan untuk membangkitkan semangat perang melawan Jerman bahkan dituliskan “from limb to limb“
Karena campur tangan penguasa tersebut, media tidak memiliki kebebasan untuk memberitakan keadaan yang sesungguhnya sehingga prosea demokrasi tidak berjalan sesuai seharusnya.
Maka dari itu, Comsky mengemukakan pendapatnya tentang “Spectator Democracy“.
Dalam “Spectator Democracy”, Noam Chomsky membahas mengenai peran publik dalam proses demokrasi yang seharusnya berupa partisipasi menjadi hanya mengamati.
Tapi kenapa pemerintah bisa seenaknya melakukan media control? Hal ini juga dijelaskan di buku Chomsky tersebut.
Jawabannya adalah perbedaan kelas. Chomsky juga mengutip dari Lipman yang mengatakan adanya pembagian kelas, salah satunya adalah specialized class.
Peran mereka untuk adalah menganalisa, mengeksekusi, membuat keputusan, mengerjakan bidang ekonomi, politik, dan sistem ideologi.
Menurut Chomsky, meskipun jumlah mereka lebih sedikit dari total masyarakat, karena kekuasaan mereka, mereka masih bisa terus melalukan hal itu karena dengan dalih memberikan “common interest” atau kepentingan bersama untuk mengontrol opini publik melalui propaganda.
Salah satu hal yang menurut Chomsky erat kaitannya dengan propaganda dan opini publik adalah public relations. Maka dari itu, dalam bukunya, Comsky juga membahas mengenai public relations.
Dalam bukunya, Chomsky menjelaskan bahwa public relations berkembang pada awalnya dari Amerika Serikat dengan inti pemikiran tentang “to control the public mind” atau untuk mengontrol opini publik.
Perkembangan public relations ini tak lepas dari keberhasilan The Creel Commission oleh Woodrow Wilson sehingga penyebaran public relations menjadi cepat menyebar.
Salah satu produk public relations di Amerika Serikat adalah “Support Our Troops” oleh Amerika Serikat yang menurut Chomsky merupakan propaganda khas Americanism yaitu semangat kebersamaan.
slogan yang terkadang bias makna, ajakan untuk bergabung, dan menyingkirkan semua orang yang memgganggu ditanamkannya propaganda tersebut ke masyarakat.
Hanya di dalam situasi inilah, menurutnya, manusia bisa menghasilkan karya-karya kreatif.
C. Kesimpulan
Pemaparan terhadap Kuasa Media, Propaganda, dan Rekayasa Persetujuan dari buah pikiran Noam Chomsky menunjukkan pada kita semua, bahwa media massa juga dapat dijadikan sebagai alat yang ampuh dan manjur dalam perebutan makna.
Siapa yang berhasil membangun citra, akan mendapatkan legitimasi publik, seperti yang ‘mereka’ inginkan.
Kita sedang menyaksikan pertempuran berbagai kepentingan di media massa. Objektivitas yang didengungkan pegiat media massa pada kenyataannya tidak terlepas dari kepentingan, yang terkadang bertujuan untuk membuat ‘persetujuan buatan’.
Oleh karena itu, Noam Chomsky mengingatkan pada kita semua, bahwa informasi di media hanyalah sebuah rekonstruksi tertulis atas realitas yang ada di masyarakat.
Namanya rekonstruksi tentunya sangat tergantung pada orang di balik media dalam melakukan kerja-kerjanya.
Nasionalisme memiliki cara untuk menekan orang lain
Naom Chomsky
Semoga bermanfaat di sunting dari berbagai sumber dan diberdayakan buat pecinta literasi.
Mari kita belajar terus agar tidak jadi bagian propaganda. dan paham serta sadar yang mana berita yang bermanfaat dan terhindar dari propaganda hoaks media sosial.
Salam literasi
Makassar, 15 Juli 2022.

Sudirman Muhammadiyah
(Belajar merunduk).
