Oleh: Gusnawati Lukman
Hidup tidak selamanya akan berjalan seindah yang kita harapkan. Kadang ekspektasi kita terlalu tinggi, akan tetapi realita yang diterima jauh berbeda. Dalam interaksi sosial, terkadang timbul riak-riak yang semula kecil, pada akhirnya membesar karena beragam karakter dari individu di lingkungan pergaulan kita. Keakuan/ego yang kerap dimunculkan oleh segelintir orang menyebabkan pertentangan itu tak bisa dihindari. Tidak ada yang mau mengalah. Kelebihan yang mereka miliki dalam hal apa pun, membuatnya semakin angkuh, sombong, tinggi hati, dan merasa berkuasa.
Bahwa semua orang harus memiliki ilmu padi yang semakin berisi semakin merunduk, memang wajib adanya. Bapak Ruslan Ismail Mage (Bang RIM) sang penggerak hidup dan kehidupan, selalu menanamkan bahwa kerendahan hati adalah di atas segala-galanya. Menjadi manusia paripurna yang selalu rendah hati adalah modal utama dalam menjalani kehidupan ini. Beliau sudah membuktikan semuanya dengan melahirkan begitu banyak karya tanpa gembar-gembor sana-sini. Beliau berkarya dalam sunyi, tenang, mengisi ruang batinnya dengan ilmu kehidupan yang kelak akan menjadi warisan tak ternilai bagi generasi pelanjut masa depan. Bang RIM menginspirasi, menggerakkan, agar langkah menjadi matang, mantap, diri menjadi pribadi yang kuat, tangguh, siap menjalani segala tantangan hidup dan kehidupan.
Bang RIM mewanti-wanti pecintanya bahwa dalam menjalani kehidupan ini, kerendahan hati jauh lebih tinggi melampaui kekayaan, jabatan, pangkat, dan pendidikan tinggi. Kerendahan hati jauh lebih terhormat ketimbang kehormatan itu sendiri. Betapa dahsyatnya ilmu padi ini. Buat apa kaya, punya pangkat dan jabatan tinggi kalau semua itu akan menjadikan kita manusia-manusia yang selalu haus akan kekuasaan, diri menjadi angkuh, arogan, dan selalu ingin menang sendiri. Gelar akademik yang berjejer pada nama kita yang diperjuangkan dengan segenap daya dan upaya, jangan sampai membuat kita menjadi manusia yang pongah, selalu merasa yang terbaik.
Sahabat… Bang RIM punya gelar akademik? Ya pastilah. Tak diragukan lagi. Tapi kok nama yang selalu muncul cuma Ruslan Ismail Mage saja, tanpa embel-embel gelar yang berjejer? Malah beliau lebih senang kalau dipanggil RIM. Keren sekali.
Jangan pernah bicara masalah gelar apa pun dengan beliau. Pasti jadi tidak mood. Katanya, kita akan buktikan dalam forum, mana yang terbaik memecahkan sebuah permasalahan. Buat apa juga warisan kekayaan yang berlimpah, sementara Bang RIM sudah mencetak sawah yang maha luas di kepala pangeran-pangeran cintanya. Bisakah kita memiliki filosofi hidup seperti itu? Why not, dear…
Bahwa di atas langit masih ada langit, memang benar adanya. Buat apa merasa hebat, angkuh, tinggi hati, sedangkan kedudukan Tuhan sudah tinggi, sehingga tidak membutuhkan lagi hamba yang tinggi hatinya, sebaliknya Tuhan akan memeluk hamba yang rendah hatinya. Sungguh pembelajaran hidup yang begitu luar biasa.
Sahabat…jangan pernah berhenti untuk memantaskan diri. Jangan pernah berhenti belajar. Selalu menjadi manusia-manusia yang rendah hati, tetapi bukan merendahkan diri. Belajarlah kepada orang yang berilmu bukan yang sekadar berpengetahuan, karena orang yang berpengetahuan cenderung untuk dirinya sendiri, sementara orang berilmu membagikan pengetahuannya untuk orang lain.
Akhirnya, semoga narasi ilmu padi dari sang penggerak RIM menjadi pegangan kita dalam menjalani hidup dan kehidupannya ini. Tetap semangat dan selalu menjadi yang terbaik.
Watansoppeng, 16 Juli 2022

Apa yg dpt dibanggakan ,kta tidak memiliki apa apa ,apa yg kta miliki saat ini semua adalah titipan Allah,& akan kembali kepada Allah. Jadi apa yg hrs dibanggakan,
Ingat……tuhan akan memuliakan hambanya
Yg rendah hati,bijak & walas asih,,
Makanya bener kata bang RIM bahwa bersipatllah seperti ilmu padi,semakin berisi semakin merunduk, karna diatas langit masih ada langit
Benar Bunda. Seperti kata Bang RIM, Kebersamaan,kesederhanaan,dan keremdahan hati adalah modal hidup yg sangat berharga.