Oleh: Aldo Jlm

Betapa indahnya alam ini, ketika sang empunya menciptakan bumi beserta isinya. Segala sesuatu telah dijadikannya sedemikian rupa, ada daerah-daerah tertentu yang panoramanya sangat indah, ada yang sedang, dan ada yang hanya batu karang dan gurung pasir. Semuanya indah bagai taman eden yang telah dihaturkan sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan manusia dan memuliakan kuasa serta kebesaranNya atas alam ini.

Salah satu panorama yang paling unik dan indah di kota Lospalos adalah danau Ira-lalaro yang masih utuh dan alami belum tersentuh oleh pemerintah maupun Swasta yang ingin membangunnya sebagai fasilitas rekreasi, waduk atau tenaga listrik PLTA, karena keramatnya maka sampai saat ini belum menjamahnya. Pernah pada tahun 2008, sebuah perusahaan raksasa jerman ingin mendirikan PLTA di danau ini, tapi alhasil karena besi yang mereka pasang dalam danau ini, hilang semuanya entah kemana. Sehingga sampai saat ini pemerintah belum ada rencana untuk membangun tempat rekreasi di sana.

Danau Ira-Lalaro adalah sebuah danau air tawar yang berlokasi di Mehara, Subdistrik Tutuala, Munisipiu LautémTimor Leste. Danau ini merupakan yang terbesar di Timor Leste dan juga di seluruh Pulau Timor. Danau Ira-Lalaro merupakan bagian dari Area Burung Penting Gunung Paitchau. Kawasan ini, beserta Sungai Irasiquero terletak di dalam cekungan karst (polje) yang luas. Danau ini memiliki luas sekitar 10–55 kilometer persegi (3,9–21,2 sq mi).

Ira Lalaro terletak di ujung timur Pulau Timor, dan merupakan bagian dari Taman Nasional Nino Konis Santana (TN seluas 680 kilometer persegi (260 sq mi) yang didirikan pada Agustus 2007 oleh pemerintah Timor Leste). Danau ini terletak di sebuah cekungan yang dibatasi oleh Pegunungan Paitchau, di dataran tinggi Lospalos. Kawasan ini merupakan area pegunungan kapur, yang di dalamnya terdapat susupanlembah buta, gua, dan mata air

Ira Lalaro memiliki luas rata-rata 1.900 hektare (4.700 ekar), bervariasi antara 1.000–5.500 hektare (2.500–13.600 ekar). Aliran air danau bergerak ke timur dan ketika air surut di musim kemarau, sebagian danau ini berubah menjadi padang rumput yang ditumbuhi semak belukar. Kawasan danau dikelilingi oleh hutan kering tropis yang dihuni berbagai satwa. Sungai Irasiquero, yang berhulu di Danau Ira-Lalaro, menghilang sekitar 35 kilometer (22 mil) dari danau, dan tidak muncul lagi ke permukaan; hasil penyelidikan menunjukkan bahwa sungai tersebut mengalir di bawah tanah menuju pantai. Pemukiman manusia berada di daerah tersebut.

Aneka satwa yang hidup di Danau Ira Lalaro dan Sungai Irasiquero merupakan komponen dari ekosistem lahan basah. Sementara hutan di sekitarnya merupakan daerah yang belum terjamah. Dengan adanya aliran air permukaan yang tidak permanen, invertebrata yang ditemukan di danau dan sungai terdiri dari invertebrata makro yang termasuk dalam 57 famili tanpa adanya krustasea dekapoda. Ular viper timur (Trimeresurus insularis) dan kalajengking kayu (Lychas mucronatus) dilaporkan hidup di dataran banjir danau. Buaya muara (Crocodylus porosus) juga ditemukan di sekitar danau. Hewan ini tidak diburu oleh penduduk setempat karena dianggap sebagai hewan suci dan dikenal sebagai lafaek dalam bahasa Tetum.

Perahu tidak boleh digunakan di danau, berdasarkan kepercayaan tradisional bahwa ikan di danau akan mati jika danau dilintasi perahu. Penduduk desa terpaksa berdiri di air untuk menangkap ikan, sehingga serangan buaya yang mematikan kerap terjadi. Para nelayan menyiasati hal ini dengan memakai rakit guna menghalau serangan buaya. Kura-kura berleher-ular timor (Chelodina mccordi timorensis) hidup di kawasan danau dan sungai sebagai satwa endemik. Nama lokalnya adalah beo, dan nama Tetumnya adalah lenok kakorok ularChelodina mccordi dianggap sebagai salah satu dari 25 kura-kura paling terancam punah di dunia dan dilindungi di bawah CITES Appendix II. Terdapat 21 spesies ikan di danau ini termasuk spesies ikan hardyhead endemik Craterocephalus laisapi yang ditemukan di bagian tengah Sungai Irasiquero. 

Daerah danau ini merupakan habitat aneka burung air baik burung yang bermigrasi maupun yang menetap.[5] Ini adalah bagian dari Area Burung Penting Gunung Paitchau dan Danau Ira Lalaro. Salah satu spesies burung yang terancam punah adalah kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea). Spesies lain yang ditemui adalah: undan kacamata (Pelecanus conspicillatus), belibis kembang (Dendrocygna arcuata), mandar hitam (Fulica atra), berkik rawa (Gallinago megala), titihan australia (Tachybaptus novaehollandiae), punai timor (Treron psittaceus), cekakak kalung-cokelat (Todiramphus australasia), opior timor (Heleia muelleri) dan sikatan timor (Ficedula timorensis). Terdapat 16 jenis kelelawar, di antaranya nyap biasa (Rousettus amplexicaudatus), kelelawar tapal kuda Canut (Rhinolophus canuti), dan barong sumba (Hipposideros sumbae). 

Saat liburan para teman-teman guru-guru banyak yang berbondong-bondong kesana untuk mencari ikan dengan mata pancing mereka. Kadang-kadang mereka tidak menyadarinya bahwa tas dan barang bawaan mereka sesekali menaruhnya di punggung buaya yang dikira itu adalah sebatang pohon kayu. Tetapi begitu buaya bergerak baru mereka menyadarinya bahwa itu adalah tubuh buaya yang tersembunyi di rawa-rawa. 

Buaya menurut kepercayaan penduduk setempat bahwa itu adalah nenek moyang pulau Timor, jika ada suatu kesalahan mereka (para buaya) menerkam seseorang tinggal panggil tokoh adatnya memberi sesajian dengan doa adat, tubuh korban akan segera dikeluarkan. Begitu pula jika ada ada orang yang nakal dengan sengaja dan tidak sengaja melukai dan membunuh buaya tersebut, maka suatu saat akan diterkam dan dimakan habis oleh buaya yang mendiami danau ini.

Danau luas, terbesar dan terindah di kota Lospalos, di kaki gunung Paithcau ini, kadang di musim hujan lebat airnya akan meluap sampai ke Mehara, Malahara, bahkan lebih dari itu bisa mencapai kota Lospalos, karena terletak di lereng gunung Paithcau, yang datarannya sangat luas. Semuanya masih alami dan sakral, jadi barang siapa yang berkunjung kesana, jangan bertanya-tanya, apalagi berburu ayam hutan, kuskus, dan sebagainya, jangankan kamu dapat buruanmu, jika anda tidak meminta izin sama tokoh adat setempat, jangan harap anda akan hidup, tapi anda akan hilang tak berjejak di dusun yang tak pernah kembali (aldeia lafila) alias mati.   

Maka untuk menjaga keindahan danau Ira-Lalaro ini tetap alami, maka pemerintah telah menetapkannya sebagai taman Nasional Nino Konis Santana, yang dilindungi oleh pemerintah, dan dijaga oleh polisi kehutanan, sehingga para penduduk setempat pun tidak boleh membuat kebun dan sawah disana. Mereka harus meminta ijin pada pemerintah baru membuat kebun atau sawah disana.

Demikianlah sekilas info mengenai danau Ira-Lalaro, agar para pengunjung baik tourist lokal, nasional maupun internasional yang akan berkunjung kesana harus tau adat dan mengikuti aturan yang berlaku disana, supaya datang dan pulang setelah berkunjung danau Ira-Lalaro ini, dapat kembali pulang dengan selamat sampai di rumah.

Referensi: Wikipedia Ensiklopedia Bebas

By Aldo Jlm’22

Edisi, 030822

(Visited 230 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Aldo Jlm

Elemen KPKers-Lospalos,Timor Leste, Penulis, Editor & Kontributor Bengkel Narasi sejak 2021 hingga kini telah menyumbangkan lebih dari 100 tulisan ke BN, berupa cerpen, puisi, opini, dan berita, dari negeri Buaya ke negeri Pancasila, dengan motonya 3S-Santai, Serius dan Sukses. Sebagai penulis, pianis dan guru, selalu bergumul dengan literasi dunia keabadian.

One thought on “Indahnya Panorama Danau Ira-Lalaro Lospalos”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.