MENGENANG PERISTIWA
26 AGUSTUS 1883
GUNUNG KRAKATAU MELETUS.

Gunung mengajarkan bahwa tidak semua hal di dunia ini dapat dijelaskan secara rasional.

Aleksander Lwow

“Menjadi Letusan Maha Dahsyat Sepanjang Sejarah.”
Krakatau atau dengan nama internasional Krakatoa adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, tepatnya di perairan Selat Sunda, antara Pulau Jawa dan Sumatra. (Wikipedia).

Dalam sejarah vulkanologi di Indonesia, diperkirakan sekitar 175.000 manusia tewas akibat bencana letusan gunung berapi sejak 400 tahun lalu.

Letusan Gunung Krakatau pada 26 Agustus 1883 menjadi salah satu letusan gunung berapi yang sangat dahsyat dan berbahaya dalam sejarah bencana di Indonesia.

Letusan yang hebat telah meruntuhkan sebagian besar tubuh gunung berapi bersama “Pulau Rakata” ke dalam laut.

Hanya kalderannya saja yang muncul di atas permukaan laut dan fenomena ini hanya terjadi pada Krakatau dan Tambora dalam sejarah gunung berapi di abad ke-19.

Saat meletus pada 26 dan 27 Agustus 1883, Gunung Krakatau mengeluarkan jutaan ton batu, debu, dan magma.

Materialnya menutupi wilayah seluas 827.000 km. Pada hari kedua, letusan Gunung Krakatau diikuti oleh gelombang besar tsunami yang membawa material vulkanik berupa magma dan batu panas menghantam pesisir Lampung dan Banten.

Empat ledakan jahat yang terjadi membikin tuli orang-orang yang berada dekat dengan Gunung Krakatau. Bahkan, suara gelegarnya terdengar hingga Kota Perth, Australia yang jaraknya 4.500 kilometer.

Dikutif dari situs sains LiveScience muncul dinding air setinggi 120 kaki atau 36,5 meter, yang dipicu melesaknya Krakatau dan naiknya dasar laut.

Laut pun kemudian menggila. Dimana ledakan tersebut melemparkan sekitar 45 kilometer kubik material vulkanik ke atmosfer.

Menggelapkan langit yang menaungi wilayah yang berada di radius 442 km dari Gunung Krakatau. Barograf di seluruh dunia mendokumentasikan tujuh kali gelombang kejut.

Digambarkan, dalam 13 hari, lapisan sulfur dioksida dan gas lainnya mulai menyaring sinar matahari ke bumi.

Efek atmosfer yang diakibatkan membuat pemandangan matahari terbenam yang spektakuler di seluruh Eropa dan Amerika Serikat.

Suhu global rata-rata mencapai 1,2 derajat lebih dingin selama 5 tahun setelahnya. Pasca erupsi dahsyat Gunung Krakatau hancur sama sekali.

Mulai pada 1927 atau kurang lebih 40 tahun setelahnya, muncul gunung api yang dikenal sebagai “Anak Krakatau.”

Dia terus meletus secara sporadis sejak saat itu. Ia sedang bertumbuh, terus mendekati ukuran induknya yang hancur berkeping.

Semoga Peristiwa ini tidak terulang kembali. Hari ini 26 Agustus 2022 peristiwa itu 26 Agustus 1883.

Diberdayakan untuk pecinta luterasi.

“Alam merupakan guru terbaik, karena setiap adegan petualangan pasti akan mengajarkan ilmu yang sangat berharga untuk kita.”

Sudirman Muhammadiyah
Koleksi pribadi Gunung di Enrekang sulsel

Sudirman Muhammadiyah

  • Sumber Bacaan:
    Encyclopedia Britannica

Berbagi waktu dengan alam, kau akan tahu siapa dirimu yang sebenarnya.

Gie
(Visited 238 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Sudirman Muhammadiyah

Dr. Sudirman, S. Pd., M. Si. Dosen|Peneliti|Penulis| penggiat media sosial| HARTA|TAHTA|BUKU|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.