Oleh : Ruslan Ismail Mage
Terbayang sekitar 45 tahun lalu Anies kecil berlari-lari membawa obor api kemenangan untuk Indonesia. Ia mulai berlari pelan tapi pasti dari Kabupaten Sleman menuju Kota Jogyakarta. Selanjutnya berangkat ke Jakarta untuk transit sesaat mempersiapkan perjalanan panjangnya melewati batas-batas negara. Begitu terus berlari mengejar mimpinya sampai terbang ke Tokyo Jepang. Dari negeri matahari terbit, Anies terbang lagi pergi menjelajahi atmosfir pendidikan Amerika Serikat.
Sejak awal tahun 2010 Anies sudah mulai mendapat banyak undangan menjadi marasumber dari berbagai forum dunia. Perjalanan intelektualitasnya lintas negara ini tidak membuatnya lupa tanah tumpah darahnya Indonesia. Selesai mengejar mimpinya di beberapa kampus ternama di Jepang dan Amerika Serikat, Anies pulang mengabdi ke negerinya. Nama Anies Rasyid Baswedan mulai mencuat di Tanah Air ketika terpilih sebagai rektor termuda di Universitas Paramadina Jakarta pada 15 Mei 2007.
Bukan hanya itu, salah satu gebrakan Anies yang membuat publik semakin mengaguminya adalah menginisiasi Gerakan Indonesia Mengajar 2009. Gerakan ini bertujuan untuk mendorong kemajuan pendidikan di Indonesia, bukan melalui seminar dan diskusi, tetapi melalui program konkret mengirimkan sarjana terbaik Indonesia untuk mengajar mengisi kekosongan guru di beberapa sekolah di nusantara. Gerakan peningkatan sumber daya manusia anak-anak negeri di pelosok ini jauh dari kepentingan apa pun selain kepentingan penyamarataan ilmu pengetahuan ke seluruh anak bangsa.
Kerja cerdas, kerja tulus yang penuh inspiratif ini mendapat apresiasi dari semua kalangan. Tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga perhatian dari berbagai elemen di luar negeri. Semangat, gagasan visioner, dan jejak langkahnya mendistribusikan ilmu pengetahuan ke seluruh pelosok negeri tanpa batas tanpa syarat ini mendapat perhatian khusus dari Majalah Foresight yang terbit bulanan di Jepang.
Tokoh Muda Dunia
Dalam laporannya 2010, kompas.com memuat berita Majalah Foresight Jepang memilih Rektor Universitas Paramadina Anies Rasyid Baswedan sebagai satu dari 20 tokoh yang akan membawa perubahan dunia. Majalah Foresight dalam edisi khusus yang berjudul “20 Orang 20 Tahun” mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperang dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.
Majalah Foresight diterbitkan salah satu penerbit tertua Jepang, Shinchosha, dan merupakan majalah berkualitas prima yang mengulas berita dan analisa politik dan ekonomi internasional dan domestik Jepang. Majalah ini menulis cucu almarhum AR Baswedan tokoh yang ikut andil dalam meraih kemerdekaan Republik Indonesia itu merupakan salah satu calon pemimpin Indonesia masa mendatang.
Ditemukan juga data dan fakta di paramadina.ac.id yang mengurai pencapaian Anies dua tahun sebelumnya. Dijelaskan pada tahun 2008 majalah Foreign Policy dari Amerika, memilih Anies sebagai satu-satunya orang Indonesia yang masuk dalam daftar “100 Tokoh Intelektual Dunia” bersama Noam Chomsky, Al Gore, Francis Fukuyama, Samuel Huntington, Vaclav Havel, Thomas Friedman, Bernard Lewis, Lee KuanYew dan pemenang Nobel asal Bangladesh Muhammad Yunus.
Selanjutnya satu tahun berikutnya 2009 Anies juga mendapatkan penghargaan sebagai salah seorang ‘Young Global Leaders 2009’ dari Forum Ekonomi Dunia (The World Economic Forum, WEF). Namanya disejajarkan bersama 230 orang Pemimpin Muda Dunia yang dianggap memiliki prestasi dan komitmen kepada masyarakat, serta mempunyai potensi untuk berperan dalam memperbaiki dunia di masa mendatang. Tokoh dunia lain yang juga masuk daftar Pemimpin Muda Dunia di antaranya adalah pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg, pegolf Tiger Woods, Anchor CNBC-India Shireen Bhan, CEO YouTube Chad Hurley dan pebalap F-1 Michael Schumacher.
Melihat rentetan prestasi Anies yang diakui dunia itu, rasanya tidak berlebihan kalau dikatakan agak susah mencari pemimpin sekualitas Anies di Indonesia. Kini Ibu Pertiwi tersenyum bahagia dan bangga memiliki putra yang bisa dipercaya menjaga dan merawatnya dari penjajah modern berbaju oligarki. Insya Allah prediksi Majalah Foresight Jepang satu dasawarsa lalu itu akan segera menemukan momentumnya. Semoga.
*Inspirator dan penggerak, penulis buku-buku motivasi dan politik
