*Doni Lukman

Dalam sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, Partai Komunis Indonesia ( PKI ) sudah dua kali melakukan pemberontakan, yaitu tahun 1948 dan tahun 1965. Setelah kejadian tersebut MPRS saat itu mengeluarkan Ketetapan MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran PKI dan dinyatakan sebagai organisasi terlarang di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta larangan menyebarkan atau mengajarkan ajaran Komunisme, Marxisme dan Leninisme.

Secara Undang-undang, PKI memang telah dibubarkan, namun ajarannya tetap menjadi bahaya Laten yang sewaktu-waktu bisa bangkit kembali. Mereka berusaha melakukan konsolidasi dan merekrut warga untuk menjadi kadernya. Apalagi semenjak bergulirnya reformasi, orang-orang yang dengan paham komunisme semakin berani dan terang-terangan melakukan kegiatan untuk menghidupkan kembali paham Komunisme di Indonesia.

Hal tersebut bisa kita lihat bagaimana mereka melakukan propaganda dengan mengatakan, aku bangga jadi anak PKI, munculnya kaos dengan lambang palu arit, munculnya buku-buku tentang PKI, dan lain-lain.

Sebagai generasi muda harapan bangsa, kita mempunyai tanggung jawab dan kewajiban untuk mencegah bangkitnya kembali PKI. Kita harus malu pada generasi pendahulu kita di tahun 1965 dulu. Mereka melakukan aksi menuntut pembubaran PKI. Jadi kita sekarang tidak boleh lengah sedikit pun untuk melanjutkan perjuangan mereka menghapus komunisme di negeri ini. (Bersambung).

*Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Ekasakti.

(Visited 77 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: