Passenger waiting at the airport terminal, stressed about missing her flight

Di era 1980an, ada satu film seri yang terkenal berjudul The A Team, yaitu satu tim yang terdiri dari 4 orang laki laki mantan tentara Amerika yang bekerja sama memberantas dan menyelesaikan suatu perkara kriminal. Salah seorang kararakter dalam film ini sangat takut naik pesawat terbang. Namanya B.A., seorang yang berbadan gempal, berkulit hitam dengan aksesoris kalung yang banyak dan gelang, juga gaya rambut yang aneh. Saking takutnya naik pesawat, biasanya dia harus dibuat pinsang dulu oleh rekan-rekannya yang kemudian menggotongnya naik ke pesawat.  

takut terbang
Sakit kepala, cemas dan takut saat berada dalam pesawat

Apakah anda termasuk orang yang takut atau cemas ketika akan terbang naik pesawat? Apakah anda seperti ketakutannya B.A. dalam film The A Team itu ketika hendak terbang? Menurut Steve Deane dalam artikelnya yang berjudul “Fear of Flying Statistics, Trends & Facts” bahwa setidaknya 60% orang merasa cemas dan takut ketika akan terbang, 40% yang mengalami kecemasan yang luarbiasa, dan 2,5-5% yang benar benar ketakutan sampai menggigil, panas dingin, dan bahkan mual mual ketika akan naik pesawat. Kategori terakhir ini yang disebut Aviophobia (atau Aerophobia) ketakutan akan ketinggian saat terbang dengan naik pesawat udara.

Sebenarnya kalau kita membaca statistik tentang jumlah korban kecelakaan di darat, laut dan udara, maka menurut statistik, korban kecelakaan udara yang paling kecil. Namun bagi sebagian orang, angka statistik itu tidak berarti sama sekali, karena tetap saja menjadi sangat khawatir ketika akan menaiki tangga pesawat. Ketika sudah berada dalam pesawat, sudah memasang seat belt (sabuk pengaman), ada perasaan terkurung di dalam pesawat, merasa ingin segera sampai dan keluar dari dalam badan pesawat udara.  

Dari artikel yang berjudul “Flying Without Fear” dari buku Maximize Your Brain Power, A Practical Guide To Stretching Your Mind yang ditulis oleh team Reader’s Digest Australia, disebutkan bahwa ada 3 hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan rasa cemas dan khawatir saat naik pesawat, yaitu :

  1. Lemaskan otot ototmu. Metode ini ditemukan oleh Psikolog Amerika Edmund Jacobson. Metode pelemasan otot ini selama beberapa menit. Ketika anda menderita ketegangan mental seperti takut, gelisah, resah atau cemas ketika hendak terbang maka teknik ini akan sangat membantu mengurangi ketegangan mental itu.  
  2. Kendalikan pikirannmu. Sebagaimana dengan teknik fisik, anda juga harus belajar bagaimana mengendalikan pikiran pikiran anda. Jika anda terus menerus memikirkan kecelakaan pesawat, maka hentikan segera. Katakan pada diri anda sendiri, “STOP”memikirkan tentang kecelakaan pesawat. Kalau perlu ucapkan dengan keras untuk meyakinkan diri sendiri. Kemudian alihkan pikiran pikiran anda ke hal hal positif, misalnya, betapa senangnya karena akan menikmati liburan yang indah, senang akan bertemu kembali dengan keluarga atau sahabat di tempat tujuan, senang karena akan menikmati kota tujuan yang indah, akan bertemu orang orang yang menyenangkan, senang karena akan membeli buku yang menarik kalau mau pulang, dan lain lain.
  3. Alihkan perhatian. Jika anda merasa terus menerus memikirkan tentang kecelakaan pesawat, cobalah untuk memulai berbincang bincang dengan penumpang lain yang ada didekatmu. Anda juga dapat berjalan jalan di sepanjang koridor pesawat. Kalau dulu sebagian maskapai penerbangan membolehkan penumpang yang ingin melihat lihat keadaan di cockpit tempat pilot mengendalikan pesawat, terutaman anak kecil. Tapi sejak peristiwa 119 sudah tidak dibolehkan lagi. Anda juga dapat menyibukkan diri dengan mengisi TTS (Teka Teki Silang), baca koran atau majalah penerbangan, atau main SUDOKU. Yang terakhir ini adalah favorit saya saat bepergian naik pesawat.
Pesawat Eva Air dengan gambar Hello Kitty

Perlu diingat bahwa ketiga metode diatas bukan hanya dapat digunakan saat ketegangan mental melanda ketikan akan naik pesawat, tetapi juga pada situasi apapun ketika kita tegang, tertekan, cemas misalnya saat akan berpidato, saat mau ujian dan lain lain.

Kembali ke angka statistik, bepergian dengan moda transportasi pesawat udara adalah yang teraman dibanding dengan moda tranportasi darat dan laut. Namun tetap saja banyak penumpang yang merasa ketakutan untuk bepergian dengan naik pesawat.

Saat ini banyak maskapai penerbangan yang menghiasi dan mengecat badan pesawatnya dengan hiasan dan gambar warna warni yang cerah dengan motif motif yang menarik. Tujuannya tentu saja untuk mengurangi rasa cemas dan takut terbang yang dialami sebagian penumpang pesawat. Badan pesawat dengan gambar lucu dan warna yang cerah dapat mengurangi kecemasan dan ketegangan mental penumpang sebelum naik pesawat.

Maskapai Qantas Australia dengan dekorasi lukisan Aborigin

Nah kalau sudah didalam pesawat, maka gunakanlah ketiga metode diatas. Semoga ketakutan anda saat akan terbang tidak separah ketakutannya B.A. dalam film seri The A Team yang ditayangkan oleh TVRI di era 1980an silam. Semoga bermanfaat. (Diolah, diterjemahkan dan disarikan dari berbagai sumber, terutama dari buku “Maximize Your Brain Power, A Practical Guide To Stretching Your Mind” terbitan Reader’s Digest Australia).



tt
(Visited 57 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Suharman Musa

Suharman Musa, seorang Pustakawan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.