Oleh : Achmad Fajar Putra*
Hidup harus berlanjut, asa terus kupupuk, dan mimpi kan kugapai. Begitulah tekad berproses mengejar masa depan yang membutuhkan manajemen waktu dan tenaga ekstra. Langkah demi langkah kutata dan kunikmati segala rasa yang dihadirkan, agar dapat memahami arti kehidupan.
Bagiku, kehidupan adalah guru terhebat dalam mengajarkan dan membentuk kepribadian yang matang. Sementara pendidikan adalah salah satu jalan utama untuk mencapai sukses dalam hidupku. Dari awal aku menyadari keluargaku hidup sederhana, tetapi karunia Allah SWT yang memberikan akal dan pikiran menjadi modal terbesar dalam hidupku untuk mencapai cita-cita membahagiakan orang tua khususnya ibu yang telah membesarkanku seorang diri.
Perpisahan orang tuaku semenjak kelas 6 Sekolah Dasar membuatku harus mulai belajar mandiri. Sejak itulah aku bertekad semaksimal mungkin untuk bisa membahagiakan ibu dengan jalan belajar sungguh-sungguh. Alhamdulillah, aku berhasil melanjutkan ke bangku pendidikan di SMP Negeri. Dengan niat dan tekad membahagiakan ibu, aku selalu mendapatkan beasiswa atas prestasi mengikuti segala perlombaan. Tidak peduli kalah atau menang, karena aku menjadikan segala perlombaan yang kuikuti sebagai pengalaman terbesar untuk masa depanku.
Setamat SMP aku berusaha masuk SMA Negeri favorit yang aku impikan. Namun, jalan Allah Swt berkata lain. Aku gagal masuk SMA favorit dan melanjutkan di MAN favorit di Sumatera Barat. Aku mengalami culture shock antara dunia pendidikan dan agama yang harus aku dalami dan kuasai. Berkat kegigihan dan usahaku serta doa dari ibu, aku berhasil mendapatkan beasiswa PIP dari pemerintah dan potongan biaya pembangunan dari sekolah setiap bulannya.
Sungguh tidak pernah terlintas dalam pikiran bisa sampai mendapatkan itu semua. Dari sinilah aku mulai mendalami dan memahami ilmu agama. Alhasil, sampai sekarang aku selalu istiqomah menjalani nilai-nilai agama dalam kehidupanku sehari-hari, dan terus belajar memaksimalkan waktu untuk menyempurnakannya.
Setelah menyelesaikan di MAN aku mencoba memilih PTN favorit yang aku impikan. Mimpiku sebenarnya adalah masuk di UGM Yogyakarta, tetapi ibu masih belum siap melepas pergi jauh dari kotaku, terlebih terkendala biaya dan persiapan lainnya. Takdir Allah Swt berkata lain, aku diluluskan di salah satu PTN favorit di Sumatera Barat. Sejak awal pendaftaran kuliah sampai saat ini, Alhamdulillah sepeser pun biaya tidak dikeluarkan oleh ibu, karena aku kembali mendapatkan beasiswa bidik misi setiap semester dengan UKT gratis dan biaya kehidupan setiap semesternya.
Sampai saat ini aku selalu meyakini bahwasanya banyak rahasia Allah Swt yang kadang tidak pernah terduga sebelumnya. Aku hanya memahami bahwa kita ini hanyalah aktor yang bermain dalam panggung duniawi yang disutradarai oleh Allah Swt. Karenanya, aku tidak akan pernah ragu apa yang terjadi ke depannya selagi masih ada iman di dalam hati, dan selalu memuliakan ibu. Karena doa ibu mampu membelah langit dan menurunkan rezeki. Terima kasih ibu atas doa-doanya.
*Mahasiswa Universitas Negeri Padang
