Oleh : Ruslan Ismail Mage*

Mendengar cerita Anies waktu kecil, tambah yakin kalau ia dilahirkan menjadi pemimpin besar bangsa ini. Banyak terinspirasi pemikiran dan gagasan besar para tokoh pergerakan bangsa menuju kemerdekaan, khususnya tokoh bangsa asal Minangkabau Sumatera Barat. Menurut pengakuannya, satu-satunya tempat yang ingin didatangi waktu kecil adalah Kota Bukittinggi. Anies ingin datang ke Bukitinggi karena bacaannya waktu kecil adalah tentang tokoh-tokoh nasional, yang waktu itu hampir semuanya berasal dari Sumatera Barat.

Dalam tayangan sebuah video pendek, Anies mengatakan waktu kecil ingin rasanya melihat Ngarai Sianok, mendengar cerita tentang Mohammad Natsir, Sutan Sjahrir, Bung Hatta. Jadi waktu kuliah saya naik kendaraan sendirian dari Jogyakarta menuju Sumatera Barat. Kemudian dari Kota Padang naik bus sendiri ke Kota Padang Panjang hingga sampai Kota Bukittinggi mengunjungi beberapa tempat, dan akhirnya sampai ke jam Gadang yang saya hanya dengar ceritanya.

Dari cerita kegemaran Anies membaca tokoh-tokoh nasional asal Minangkabau yang terlibat aktif mendesain Indonesia merdeka, menggambarkan Anies memahami sejarah perjalanan bangsa, menghargai jasa para pahlawan bangsa, dan terinspirasi dari pemikiran besar sang tokoh. Konsistensi Anies mengusung perubahan untuk menciptakan kesejahteraan dan menghadirkan keadilan sosial, senapas dengan pemikiran Bung Hatta yang mengatakan, “Indonesia merdeka bukan tujuan akhir kita. Indonesia merdeka hanya syarat untuk bisa mencapai kebahagiaan dan kemakmuran rakyat”.

Saya jadi teringat tiga tahu lalu ketika menghadiri acara syukuran 84 tahun Taufik Ismail berkarya di Balai Pustaka Jakarta 28 Juni 2019, yang dihadiri Anies Baswedan. Sejak turun dari mobil sampai memasuki ruangan tidak pernah jenuh melemparkan senyum familiarnya kepada penikmat karya Taufik Ismail yang sudah memadati ruangan. Dalam sambutannya, narasi dan diksi yang dipakai begitu memuliakan para tokoh-tokoh bangsa yang telah berjuang dan berkarya untuk peradaban bangsa. Bagi Anies, tokoh-tokoh bangsa adalah sumber inspirasi dalam memimpin.

Sebagai penulis buku “Generasi Emas : Pemikiran Besar Minangkabau” saya bersama kolega penulis Magek Bapayuang memanfaatkan momen menyerahkan buku kepada Anies yang memuat tokoh-tokoh bangsa asal Minangkabau yang terlibat aktif mendesain Indonesia merdeka. Nampak aura wajahnya begitu senang dan mengapresiasi melihat cover buku dengan wajah-wajah tokoh bangsa yang dikaguminya. Buku itu membuat Anies teringat masa-masa kecilnya yang gemar membaca tentang tokoh-tokoh nasional kelahiran Minangkabau. Keteguhannya menghadapi serangan menuju perubahan, sekokoh jam gadang di Kota Bukittinggi.

*Akademisi, inspirator dan penggerak, penulis buku-buku motivasi dan politik

(Visited 49 times, 1 visits today)
One thought on “Anies dan Jam Gadang”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.