Awan biru melambai di balik jendela
Tersenyum ringan tiada duka
Polos wajah merah merona
Menorehkan sejuta asa di dada

Haruskah hati sedih gundah
Berlinang mata hingga basah
Ataukah gembira dengan sebongkah
Berharap sejuta harapan yang berkah

Derai langkah kian tegak
Meskipun hati terasa sesak
Tetap bergerak menghapus isak
Biarlah cerita menjadi sajak

Bila segumpal darah merasa rindu
Dan bilamana tubuh terasa layu
Bolehlah jiwa ini merayu
Untuk sekadar mencairkan salju

Kutitipkan kasih hingga nanti
Awan dan langit menjadi saksi
Betapa kuat dan harus berani lari
Sampai ketika masa memaksa kembali

Entah harus menunggu berjuta hari
Kuyakinkan doa pada Illahi Rabbi
Bahwa suatu saat nanti
Langit bandara Chek Lap Kok kini
Akan melambai dan tersenyum lagi

(Visited 31 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.