Oleh: Muhammad Sadar

Sejak awal didirikan tahun 1983 sekolah kejuruan bernama SMT Pertanian Negeri Sidrap yang bermetamorfosis menjadi UPT SMK Negeri 3 Sidrap, telah melahirkan banyak alumni yang tersebar di beberapa daerah yang sukses dibidangnya. Untuk menjaga silaturahmi, mulai alumni pertama tahun 1986 hingga sekarang berinisiasi dan berkolaborasi membentuk wadah organisasi alumni yang diberi nama “Ikasemtani”, akronim dari Ikatan Alumni Sekolah Menengah Kejuruan Kelompok Teknologi dan Pertanian.

Untuk memupuk dan menjaga tumbuh suburnya silaturahmi, Ikasemtani menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Safari alumni Ikasemtani” yang berlangsung pada hari Sabtu (16/9) di Desa Mandatte Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang. Perhelatan acara tersebut berada di kaki Gunung Bambapuang yang beraltitude 1.021 meter di atas permukaan laut. Spot gelaran acaranya tepat berada di Persinggahan Bukit Kenangan pada kawasan Gunung Nona. Orang lokal menyebutnya “Buttu Kabobong”, sedangkan pelancong luar negeri mengidentifikasinya sebagai “Erotic Mountain”. Suatu lukisan dan relief alam yang sangat mempesona dan menakjubkan sebagai sebuah ikon destinasi wisata yang sudah mendunia.

Kegiatan safari alumni tahun 2023 ini dihadiri oleh para guru aktif maupun yang sudah pensiun, serta para alumni dari berbagai daerah. Ketua Ikasemtani Ali Syarif,SE.,MM dalam sambutan dan pada sesi door stop menyampaikan bahwa, “Safari alumni adalah acara kita semua, tidak ada gap diantara kita, semua berstatus alumni dan intinya kita berjumpa. Menurutnya, safari berbeda dengan reuni. Itulah sebabnya pelaksanaan safari dilakukan setiap satu atau dua kali setahun di semua tempat keberadaan alumni. Safari kali ini sudah ke enam kalinya setelah sebelumnya dilangsungkan pertama kali di Sidrap, Pinrang, Pare-Pare, dan terakhir di Barru tahun 2021. Materi safari antara lain alumni bisa menyampaikan berbagai cerita inspirasi dan pengalaman maupun transaksi usaha. Sedangkan reuni dilaksanakan setiap tiga tahun sekali dan eventnya dilakukan di Ciro-CiroE tempat sekolah kita.Materi reuni meliputi pembentukan pengurus baru Ikasemtani dan penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus demisioner.”

Salah satu alumni AKP Ali Maksum, anggota Kepolisian Daerah Sulawesi Barat berbagi pengalaman dan inspirasi kesehatan. Ia menjelaskan pentingnya pengelolaan metabolisme dan indeks massa tubuh agar menelisik pola asupan kita selama lima tahun terakhir. Beliau berpesan pada alumni yang sudah berumur di atas 40 tahun untuk mengurangi mengkonsumsi 3 G yaitu gula, garam dan gorengan untuk tetap menjaga kesehatan.

Pada slot waktu yang lain, sebagai koordinator Bengkel Narasi Indonesia Cabang Barru, penulis menyampaikan ajakan dan harapan kepada para alumni untuk menjadi penulis aktif dan bergabung di Bengkel Narasi Indonesia. Sebagaimana pengalaman penulis mendirikan grup “Pena Petugas Pertanian” di Kabupaten Barru dibawah naungan bendera Bengkel Narasi Indonesia Jakarta. Gerakan literasi menulis ini penting kita galakkan di kalangan alumni dari berbagai daerah, latar belakang, dan profesi. Ikasemtani sangat berpotensi dan memiliki peluang untuk menjadi pewarta mandiri terhadap kegiatannya di daerah masing-masing. Bengkel Narasi Indonesia akan menyiapkan panggungnya dalam mengisi bilik-bilik literasi di angkasa.

Penulis mengutip kalimat bijaksana founder Bengkel Narasi Indonesia bapak Ruslan Ismail Mage bahwa “Jalan paling aman untuk menerobos kesemrawutan lalu lintas pikiran yang dikuasai kaum hedonis adalah jalan TULISAN.
Kalau buah Apel menyehatkan Fisik, buah pena menyehatkan Jiwa. Kalau goyang dansa menguatkan raga, goyang pena menyegarkan hati. Kalau waktu mengambil usia Muda, aktivitas menulis mengembalikan usia muda”.

Dukungan acara safari alumni Ikasemtani episode kali ini adalah kontribusi dan partisipasi para alumni. Bantuan manajemen dari Sekretaris Jenderal Ikasemtani Naziruddin MS. Sementara dalam preparing acara di lokasi, diaktivasi oleh alumni Nurnina Saman, S. KSI sebagai owner tempat Persinggahan Bukit Kenangan Buttu Kabobong. Supporting lain berasal dari alumni Hawa, S. Pi sebagai salah satu anggota Legislatif Kabupaten Enrekang yang memobilisasi atraksi para barista dalam menyuguhkan seduhan kopi arabika khas Enrekang. Makna safari bagi para anggota Ikasemtani adalah “Perjalanan silaturrahim untuk berjumpa sesama alumni di daerah tujuan wisata”.

Makna ini sangat menarik karena alumni yang berasal dari berbagai daerah sangat menikmati petualangan jiwa ini tanpa syarat tanpa batas. Pada penghujung acara dilakukan sesi foto kenangan dengan latar Buttu Kabobong dan diakhiri dengan iringan lagu kemesraan. Penulis bersama rombongan balik arah dengan lantunan right here waiting Richard Max disusul Glory of Love Peter Cetera.

Enrekang,16092023

Bravo IKASEMTANI
Alumni BTPK 93

(Visited 318 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.