Oleh: Gugun Gunardi*

Bila membicarakan istilah budaya, maka kebanyakan orang cenderung memahaminya ke salah satu aspek kebudayaan, yaitu seni. Padahal seni merupakan salah satu produk dari kebudayaan. Produk kebudayaan tersebut terdiri atas; sistem bahasa, karya seni, sistem pengetahuan, peralatan hidup, mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, dan religi. Jadi, jika berbicara masalah kebudayaan, maka terdapat 7 (tujuh) aspek di dalamnya (Koentjaraningrat. 1996).

Istilah budaya, berasal dari dua bahasa, yakni bahasa sansekerta, dan bahasa Inggris. Menurut bahasa sansekerta, istilah budaya berasal dari buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari kata buddhi, yang berarti budi atau akal. Sedangkan menurut bahasa Inggris, budaya dipahami melalui kata culture yang berasal dari bahasa latin colere, yang berarti mengolah atau mengerjakan.
Istilah culture juga digunakan dalam bahasa Indonesia, sebagai bentuk kata serapan kultur. Maka, budaya berkaitan dengan budi dan akal manusia. Budaya merupakan pola atau cara hidup yang berkembang pada sekelompok orang, kemudian diturunkan pada generasi selanjutnya.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Budaya adalah sebuah pemikiran, akal budi atau adat istiadat. Secara tata bahasa, arti kebudayaan diturunkan dari kata budaya yang cenderung mengarah pada cara pikir manusia. Terdapat beberapa aspek budaya yang menentukan perilaku komunikatif. Unsur sosial budaya tersebut tersebar dan mencangkup banyak kegiatan sosial manusia

Pengertian budaya menurut para ahli:

Koentjaraningrat;

Budaya diartikan sebagai segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah serta mengubah semesta alam.

Parsudi Suparlan;

Budaya merupakan semua pengetahuan manusia yang dimanfaatkan untuk mengetahui dan memahami pengalaman serta lingkungan yang dialaminya.

Andreas Eppink;

Budaya mencangkup keseluruhan mengenai pengertian norma sosial, nilai sosial, dan ilmu pengetahuan. Serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain sebagainya.

William H. Haviland;

Budaya merupakan sebuah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh sekelompok anggota maupun para anggota masyarakat. Apabila dikerjakan oleh orang-orang tersebut, maka akan melahirkan suatu perilaku yang dipandang layak atau pantas diterima oleh semua masyarakat.

Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski;

Budaya adalah segala sesuatu yang berada di dalam masyarakat dan ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh sekelompok anggota masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat tersebut dinamakan dengan Cultural-Determinism.

Ada beberapa hal yang terkait dengsn budaya, yaitu ciri, fungsi, dan unsur pendukung budaya, antara lain sebagai berikut.

Ciri-ciri Budaya :

Bisa Dimiliki Bersama;

Budaya dibentuk dan dikembangkan oleh suatu kelompok masyarakat tertentu secara bersama sama. Berarti bahwa bukan secara individual saja, namun suatu golongan masyarakat tertentu.

Berbasis Simbol;

Ciri-ciri budaya selanjutnya yakni budaya berbasis simbol. Budaya juga dapat diketahui dari representasi simbol-simbol tertentu. Hal itu sebagai bentuk makna yang terkandung dari ekspresi budaya tersebut.

Bersifat Adaptif;

Kebudayaan tak hanya melanjutkan apa yang telah menjadi kebiasaan suatu komunitas tertentu, akan tetapi juga perlunya memilikinya sebuah kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap berbagai situasi.
Setiap kelompok mempunyai ciri-ciri budaya dengan tingkat kemampuan yang berbeda antara satu dengan lainnya.
Terdapat kelompok masyarakat yang mempunyai adaptasi budaya yang sangat tinggi, karena nilai budaya cukup terbuka.
Sebaliknya, terdapat kelompok tertentu yang mempunyai nilai budaya cenderung tertutup sehingga kapasitas adaptasi cukup rendah.

Dipelajari dan Diwariskan;

Kebudayaan menjadi salah satu proses interaksi sosial yang bisa dipelajari dan diwariskan. Lewat proses itulah penyampaian ciri-ciri budaya dari masyarakat kepada berbagai individu dapat dilakukannya.

Fungsi Budaya:

Sebagai Identitas;

Budaya merupakan identitas yang menunjukkan pada peradaban suatu masyarakat maupun sebuah negara. Identitas tersebut dapat dijadikan sebagai pembeda antara bangsa atau kelompok masyarakat satu dengan lainnya.

Sebagai Batas;

Maksudnya bahwa, budaya bisa menjadi penentu batas-batas yang menciptakan adanya perbedaan antara kelompok masyarakat atau bangsa satu dengan kelompok atau bangsa lain. Adanya budaya itulah membuat sebuah negara menjadi unik atau khas.

Pembentuk Perilaku dan Sikap;

Dari pengertian budaya dikemukakan bahwa, budaya adalah wujud dari struktur sosial yang berasal dari gagasan manusia dan pemikiran.
Kemudian dilakukan secara berulang sampai membentuk sebuah kebiasaan. Budaya dalam hal ini bertindak sebagai sebuah mekanisme yang membuat kendali, memberikan makna, dan menuntun sekaligus membentuk perilaku dan sikap dari sekelompok masyarakat.

Sebagai Komitmen;

Adanya budaya dalam sekelompok masyarakat berfungsi sebagai sebuah komitmen. Hal itu artinya bahwa terdapat budaya yang akan memfasilitasi adanya komitmen atas suatu hal dalam kelompok masyarakat yang bernilai lebih besar dari kepentingan masing-masing individu. Sebab itu diperlukannya budaya dalam peradaban sebuah kelompok masyarakat.

Sebagai Media Komunikasi;

Di dalam budaya terdapat unsur bahasa, baik berupa bahasa lisan maupun tulisan, yang merupakan sebuah sarana komunikasi bagi manusia. Hal itulah yang menjadi fungsi dari budaya, yaitu sebagai media komunikasi.
Budaya yang terdiri atas berbagai bentuk dapat juga menjadi media komunikasi yang dipakai guna menyampaikan pesan atau makna tertentu lewat suatu produk budaya, seperti melalui seni tari, musik dan lain sebagainya.

Unsur-unsur Budaya:

Budaya mempunyai unsur-unsur, yang terdiri atas; bahasa, kesenian, sistem pengetahuan, peralatan hidup, mata pencaharian, organisasi kemasaryakatan, dan religi.

Bahasa;

Adalah produk suara manusia yang dihasilkan oleh alat-alat ucap manusia, yang merupakan alat yang indah elemen budaya atau kebudayaan, yang mampu menjadi alat perantara utama bagi manusia untuk meneruskan atau mengadaptasikan kebudayaan. Terdapat dua macam bentuk bahasa, yaitu bahasa lisan dan bahasa tulisan.

Kesenian;

Adalah produk akal dan budi menusia yang merujuk kepada keindahan, dan sangat terkait dengan rasa manusia yang telah diberikan talenta untuk menggambarkan sesuatu yang indah, yang mereka lihat dan mereka rasakan di alam semesta ini.

Sistem Pengetahuan;

Pengetahuan merujuk pada ilmu pengetahuan tentang kondisi alam di sekeliling manusia dan sifat-sifat peralatan yang dipakainya.
Sistem pengetahuan meliputi ruang pengetahuan tentang alam sekitar, flora dan fauna, tubuh manusia, waktu, sifat dan tingkah laku sesama manusia, ruang dan bilangan, dan lain-lain.

Peralatan Hidup dan Teknologi;

Meliputi cara bertindak dan berbuat, serta mengelola alam semesta secara keseluruhan.
Hal ini berkaitan dengan pengumpulan dan pemrosesan bahan mentah untuk dibuat suatu alat kerja, pakaian, transportasi ,dan kebutuhan lain berupa benda material.

Mata Pencaharian;

Gambaran bagaimana yang namanya mahluk manusia, mengelola alam dan bertahan menyediakan panfan untuk kehidupan sehari-harinya. Tentu pada awal kehidupan manusia berburu binatang untuk memenuhi makanan mereka. Tetapi dengan perkembangan pengwtahuan, mereka mulai mengelola alam dengan bercocok tanam. Berikutnya dengan perkembangan pengetahuan dan kebutuhan manusia, mata pencaharian manusia berubah sesuai kebutuhan.

Sistem Kemasyarakatan;

Adalah sekelompok masyarakat yang anggotanya merasa satu dengan sesamanya.
Hal ini merupakan salah satu unsur pewarisan budaya yang juga amat sangat penting di dalam sebuah struktur sosial. Unsur inilah yang akan menghitung suatu garis keturunan dari hubungan perkawinan serta hubungan darah.

Sistem Religi;

Sistem religi atau juga dikenal kepercayaan ialah suatu hal yang menyangkut dan berhubungan dengan keyakinan.
Unsur dari sistem religi merupakan salah satu unsur kebudayaan yang sangat penting di sebuah kehidupan.
Sistem ini berfungsi sebagai pengatur kehidupan di antara manusia dan juga sang pencipta.

Sumber Rujukan:
KBBI,1998. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Lembaga Bahasa Nasional.
Koentjaraningrat. 1996. Pengantar Kebudayaan. Yogyakarta: Gama Press.
Umam. www.gramedia.com: literasi.

*Dosen Fasa Unfari.

(Visited 105 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.