Oleh: Rosita Samad*

Desa Tabang merupakan salah satu desa di Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, yang berada pada ketinggian 1.000 mdpl dengan udara yang relatif sejuk. Masyarakat yang dominan hidup dari hasil usahatani dan berada pada sekitar dan dalam kawasan Hutan Latimojong Desa Tabang memilih melestarikan eksistensi adat budaya mereka dan mempertahankan situs rumah arajang yang berada sekitar 50 meter dari kawasan hutan.

Sebagai langkah konkret pemerintah desa dan masyarakat yang tergabung dalam KTH Tabang Abadi Jaya mengusulkan areal kawasan hutan untuk dikelola melalui perhutanan sosial skema hutan kemasyarakatan (HKm), sebagai langkah untuk membentengi para pihak yang ingin memanfaatkan kawasan hutan di luar kegiatan usahatani.

Kementerian LHK melalui BPSKL wilayah Sulawesi, POKJA PPS, dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan melakukan verifikasi teknis atas permohonan pengelolaan Perhutanan Sosial di Desa Tabang dan hasilnya telah disampaikan kepada Kementerian LHK. Bila layak, akan mendapatkan persetujuan pengelolaan kawasan hutan selama 35 tahun.

Pemerintah Desa Tabang dan masyarakat sangat antusias mengikuti verifikasi subjek dan obkek. Di akhir kegiatan tersebut, mereka menitipkan agar membantu mereka membentengi eksistensi masyarakat adat Tabang yang menjadi kebanggaan mereka sekaligus melestarikan sumber daya hutan berupa air, damar, rotan, dan potensi jasa lingkungan yang mereka yakini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat tabang. []

*Staf DLHK Provinsi Sulawesi Selatan.

(Visited 597 times, 1 visits today)
3 thoughts on “Benteng pelestarian Budaya Tabang melalui Perhutanan Sosial”
  1. Terimah kasih kepada pihak terkait yang telah banyak membantu proses izin pengelolaan usaha hutan yang berada di desa kami mudah mudahan cepat terealisasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.