Oleh: Rosita Samad*

Ada rindu memanggilku menulis sebuah catatan perjalanan tim ke lokasi nan indah bak lukisan. Berjarak sekitar 40 Km dari kota Makale dengan kombinasi jalan aspal berlubang, jalan tanah, jalan berbatu, dan rabat beton dengan topografi bergelombang kiri kanan jalan sebagian curam cukup memacu adrenalin kami yang belum terbiasa dengan medan ini. Beruntungnya tim kami difasilitasi mobil yang tangguh dan dinahkodai langsung oleh ne’ Lembang Bau yang masih energik. Medan berat membutuhkan keahlian khusus bukan masalah bagi beliau layaknya naik boom boom car saja.

Setelah 2 jam kami berhenti di ketinggian sekitar 1.200 an meter diatas permukaan laut dan terlihat menghampar dari kejauhan Ollon yang cantik. Bentang alam yang menyejukkan mata. Kemudian kami bergerak lagi tujuan kantor Lembang Bau tempat acara FGD kami. Sebelum sampai kami mampir di sebuah areal ketinggian Dusun Kendenan yang dikenal dengan Tebing Romantis. Panorama alam yang indah membentang luas sepanjang mata memandang, benar-benar romantis ciptaan Allah di bumi Toraja nan indah.

Sore jelang petang saat kami bertolak ke dusun Ollon sayang tak bisa ke lokasi camping ground kawasan hutan yang diusulkan Lembaga Lembang Bau untuk dikelola menjadi ekowisata. Hujan deras tak menyurutkan minat masyarakat Ollon berkumpul di rumah ibadah mengikuti FGD malam itu. Tim menunaikan tugas hingga larut malam karena antusias tinggi yang ditunjukkan oleh masyarakat Ollon.

Keindahan alam dan keelokan budaya Toraja memberi experience tersendiri bagi siapa saja yang jelajahi Toraja. Sebait catatan perjalanan ini saya dedikasikan kepada masyarakat Lembang Bau, tetaplah bijak mengelola kawasan hutan yang menjadi urat nadi penghidupan masyarakat.

Malam merangkak menjemput pagi saat tim meninggalkan Lembang Bau disambut banjir besar di Kota Makale, dimulai dengan hujan yang terus menerus selama hampir 48 jam. Perubahan iklim tentu saja mengharuskan kita untuk cepat tanggap terhadap kemungkinan bencana akibat perubahan iklim. Pertanyaannya siapkah masyarakat kita memitigasi kemungkinan terjadinya bencana.

Dari tebing Romantis Kendenan ke view cantik Ollon Tana Toraja kami menggantungkan asa kepada siapapun untuk mengambil peran dalam pelestarian sumberdaya hutan sebagai komitmen kita terhadap kepedulian lingkungan hidup.

Tana Toraja, 28 Februari 2024

*Staf DLHK Provinsi Sulawesi Selatan
Dan Tim verifikasi teknis usulan PS

(Visited 153 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: