Laporan Arif – Depok
Minggu malam, 24 April 2025 atau bertepatan dengan 28 Syawal 1446 H, suasana hangat dan penuh keakraban terasa menyelimuti Musholla Al Huda di Komplek Perumahan Kopassus Kedayutama, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok. Di tempat ini, ratusan warga RT 008 RW 013 berkumpul dalam acara halalbihalal, sebuah tradisi khas pasca-Ramadan yang kali ini dikemas dalam suasana berbeda: penuh inspirasi, bernuansa motivasi, dan memperkuat nilai-nilai silaturahmi lintas latar belakang.
Sejak sore, warga mulai berdatangan, saling menyapa dan berjabat tangan. Tidak hanya dari kalangan muslim, warga non-muslim pun hadir, menciptakan harmoni yang menyentuh. “Saya sangat bersyukur melihat antusiasme warga. Ini menandakan bahwa persatuan dan kebersamaan masih menjadi ruh dalam kehidupan bertetangga,” ujar Herman, Ketua RT 008, saat membuka acara.

Lebih lanjut, Aan Munadi, Ketua Yayasan Masjid Al-Muhajirin yang turut hadir, menggarisbawahi pentingnya menjadikan momen seperti ini sebagai tradisi yang tidak hanya digelar setahun sekali. “Melihat warga dari berbagai latar belakang bisa hadir bersama, tertawa bersama, dan mendengarkan hikmah bersama, ini luar biasa. Barangkali ke depan perlu kita pikirkan agar kegiatan seperti ini tak hanya digelar saat halalbihalal saja,” katanya.
Yang membuat acara malam itu semakin berkesan adalah hadirnya Ruslan Ismail Mage, akademisi sekaligus penulis buku-buku motivasi, yang membawakan sesi inspiratif sebelum tausiyah. Dalam paparannya, Ruslan menekankan pentingnya komunikasi hati antarwarga dan nilai luhur silaturahmi yang bukan hanya ritual, tetapi kunci kekuatan sosial.
“Komplek perumahan itu bukan dinilai dari mewahnya bangunan atau luasnya jalan, tapi dari seberapa ikhlas warganya saling menyapa, saling memaafkan, dan terus menabur silaturahmi,” tutur Ruslan, yang disambut tepuk tangan para hadirin. Ia juga menyampaikan bahwa momen ini dapat menjadi landasan membangun komunitas yang kuat, guyub, dan saling menopang.

Kekuatan sesi motivasi kemudian dilanjutkan dengan tausiyah hangat dari Ustadz Ecep Hasanuddin yang menegaskan pentingnya silaturahmi sebagai ruh umat Islam, sekaligus perekat dalam keberagaman. Dengan bahasa sederhana namun menggugah, ustadz Ecep menyampaikan bahwa silaturahmi bukan hanya memperpanjang umur dan memperluas rezeki, melainkan juga menjadi jembatan hati antarwarga di tengah zaman yang serba individualistik.
Acara pun ditutup dengan makan malam bersama dalam suasana penuh tawa dan kehangatan. Meja-meja sederhana yang disusun berjajar itu menjadi saksi persaudaraan yang tidak dibangun dari kemewahan, melainkan dari saling menghormati, saling mendengarkan, dan saling memahami.
Malam itu, halalbihalal bukan sekadar seremoni rutin, tetapi telah menjelma menjadi forum sosial yang menghidupkan semangat gotong royong dan empati di tengah dinamika kehidupan perkotaan. Sebuah inspirasi dari RT kecil di Depok yang layak menjadi contoh untuk wilayah lain di Indonesia. []
