Judul Buku: Demokrasi di Sarang Penyamun
dari skeptisisme politik, dialektika bernusa bangsa, dan masa depan demokrasi Indonesia

Penulis: Anis Kurniawan

Penerbit: P3i Cipta Media bekerjasama dengan Arti Bumi Intaran, 2016.

Jumlah Halaman: 328 halaman

Tentang Penulis:
ANIS KURNIAWAN, seorang penulis, media konsultan, peneliti, dan konsultan pemenangan politik. Pernah belajar sastra di Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Makassar (UNM). Sejumlah karya-karya sastranya pernah dimuat di sejumlah media massa.

Menerbitkan kumpulan prosa berjudul “Wajah dan Wajah” (2008). Lalu pada tahun yang sama mendapat undangan mengikuti temu pengarang se-ASEAN. Tulisannya yang lain dalam bentuk antologi bersama juga pernah diterbitkan, salah satunya dalam antologi bersama Cerpenis ASEAN berjudul “Matahari Bangsaku”.

Semasa di kampus, terlibat dalam sejumlah organisasi dan mendirikan Poros Tiga Institute Cultural Studies (P3i-CS), sebuah komunitas pengkaji “Cultural Studies” pertama di Makassar. Selain menekuni sastra, ia pun menyukai kajian politik dan demokrasi.

Pada tahun 2009 ia mengambil kuliah di Sekolah Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM). Sejak itu, ia sangat konsen menerbitkan tulisan-tulisan politik bahkan terlibat dalam berbagai riset soal politik dan demokrasi.

Pada tahun 2014, ia terlibat dalam sebuah riset tentang political enggagement masyarakat Sulsel yang hasilnya dibukukan berjudul “Pemilu 2014 dan Dilema Demokrasi Subtantif” bekerjasama dengan Tifa Foundation (2014).

Sebelumnya, ia juga terlibat penelitian soal politik pemiskinan di Sulsel, yang juga diterbitkan dengan judul “Politik Pemiskinan” bekerja sama dengan Ford Foundation (2012).

Pada tahun 2013 ia bekerja di Sekretariat Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Komwil Sulawesi, Maluku dan Papua di Makassar.

Kini, menjadi salah satu tim peneliti di PERKUMPULAN KATALIS dan sebagai konsultan media di beberapa tempat. Tulisan-tulisannya tersebar di sejumlah media seperti TEMPO, Media Indonesia, Fajar, Tribun Timur, Radar Selatan, Pedoman Rakyat, serta sebagai Kompasianer aktif untuk isu-isu sosial politik.

Sinopsis Buku:
Dari catatan pengantar Indra J Piliang, “Buku yang berisi kumpulan tulisan ini sangat menarikbagi siapapun yang ingin melihat carut marut, centang perenang, dan koreng bopeng di dunia politik. Dan buku ini bukan satu-satunya.

Hampir setiap harinya kalimat-kalimat hujatan, hinaan dan cercaan terhadap dunia politik terpapar di medi massa, hador dalam media sosial, serta terucap di layar televisi dan radio. Hampir tidak ada lagi orang yang mampu menjadi pahlawan bagi dunia politik, sekalipun setiap saat kehadiran para pemimpin politik di segala level hadir, baik formal maupun informal.”

“Buku ini layak dibaca di area pemakaman politik sebagaimana kita mungkin termasuk saya melakukannya setiap hari, ketimbang melakukan upaya yang serius guna menjadikan politik sebagai way of life yang menggairahkan.”

(Visited 18 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Subhan Riyadi

Bukan siapa-siapa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.