Oleh: Fatimah
Aku seperti kapal yang terombang-ambing di laut yang tak tenang, gelombang cobaan datang silih berganti, menguji kekuatan imanku. Aku kira, di penghujung akhir tahun ini, badai itu akan reda, tapi ternyata angin kencang itu datang lebih dahsyat, menghantam harapan-harapanku.
Yaa Allah, bolehkah aku mengeluh dengan semua ini? Setidaknya, biarkan aku lega sedikit, agar semua beban yang ada bisa lenyap seperti embun di pagi hari. Aku tahu, Engkau adalah tempatku berlindung, pelabuhanku yang aman.
Aku merasa seperti berada di persimpangan jalan, tidak tahu harus melangkah ke mana. Tapi aku tahu, Allah SWT selalu ada di sampingku, membimbingku melewati jalan yang gelap. Berilah aku cahaya-Mu, ya Allah, agar aku tidak tersesat.
Haruskah aku terima dan ikhlas? Jelas, harus. Allah SWT menguji hamba-Nya karena Allah SWT masih sayang sama kita, seperti tukang emas yang membersihkan emas dengan api, menguji kesabaran kita, membersihkan dosa, dan meningkatkan derajat kita.
Aku sadar, Yaa Allah, aku masih lalai dalam menunaikan kewajibanku dalam beribadah. Mungkin ini teguran buatku, seperti gunting yang tajam, memotong kelemahanku. Jika cobaan ini karena kelalaianku, maka ampunilah aku, ya Allah. Berilah petunjuk-Mu untuk berbuat lebih baik lagi untuk tahun depan.
Biarkan doa dan air mata ini kuluapkan di atas sajadah. Hamba ikhlas, Yaa Allah, atas ujian-Mu ini. Semoga ada hikmah-Nya, seperti bunga yang tumbuh di tengah batu, indah dan kuat. Berilah aku kekuatan untuk terus maju, ya Allah, dan jangan biarkan aku menyerah.
Tuntunlah hamba sekeluarga ke jalan-Mu, Yaa Allah. Berilah kami keberkahan dan rahmat-Mu di tahun yang akan datang. Semoga tahun baru membawa harapan baru. Aamiin.
Kolaka Utara, 30 Desember 2025
