Oleh : Hasbi Latif*
Selama ini, saya hanya diam-diam memperhatikan bidadari tak bersayapku semakin sibuk dan nampaknya sudah mulai kecanduan menulis. Saya tidak tahu apa yang membuatnya begitu terobsesi, namun yang pasti itu semua berkat Komunitas Bengkel Narasi Indonesia yang sudah membumi. Akhir-akhir ini, saya lihat komunitas ini memang jarang bertemu fisik, tapi mereka selalu meluangkan waktu untuk berbagi salam, utamanya salam pagi di group WhatsApp. Inilah kelebihan komunitas ini, saling mendoakan lewat salam dalam menyambut fajar kehidupan.
Ketika menyaksikan, teman tidurku semakin hari semakin gesit menulis, bahkan semakin kecanduan, saya hanya tersipu membiarkannya larut dalam goyangan penanya. Saya menemukan keyakinan bahwa menulis ini betul-betul menjadi terapi jiwanya. Sangat terharu melihat perubahan positif ini, itu semua berkat komunitas Bengkel Narasi yang telah memberikan wadah dan dukungan bagi istriku untuk mengembangkan bakat menulisnya.
Kepada Founder Bengkel Narasi Indonesia, Ruslan Ismail Mage yang telah menyiapkan panggung terbuka di angkasa untuk mementaskan gagasan tanpa syarat para penggiat literasi menulis, saya ucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya. Berkat komunitas ini, sahabat setiaku yang selalu menemani di setiap waktu, seperti mendapatkan suntikan multivitamin yang begitu dahsyat, meskipun fisiknya kadang tidak baik-baik saja.
Tidak terlupakan kepada Adindaku sang arsitek BN Iyan yang selalu memberi support tanpa syarat meskipun hanya lewat dunia maya. Begitu pun juga dengan Adindaku Gusnawati Hasan (bestie istriku) yang tiada henti memfasilitasi untuk memposting tulisannya. Terima kasih tanpa batas sudah memberikan obat mujarab tanpa resep. Semoga tahun ke depan Bengkel Narasi Indonesia dan Pena Anak Indonesia semakin maju dan berkembang, serta terus menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang. Bengkel Narasi, benar-benar telah menjadi multivitamin tanpa resep.
*BNers sejati dan penggerak literasi di Kolaka Utara
